Tampilkan postingan dengan label KEMENDIKBUD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEMENDIKBUD. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Agustus 2016

RANGKUMAN KEBIJAKAN KEMDIKBUD BARU

0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menjadi nahkoda dalam menyusun segala kebijakan terkait pendidikan di Tanah Air. Kebijakan-kebijakan tersebut tentu bertujuan untuk memajukan pendidikan serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sayangnya, pergantian menteri dari masa ke masa cenderung identik dengan pergantian kebijakan. Hal ini tak jarang mengorbankan peserta didik. Berikut ini  beberapa kebijakan Mendikbud yang mendulang kontroversi di tengah masyarakat.

1. Full day school
Full day school saat ini menjadi topik hangat di tengah masyarakat Indonesia. Konsep full day school merupakan gagasan dari Mendikbud Muhadjir Effendy yang belum genap sebulan menduduki jabatan tersebut. Meski masih berupa gagasan dan akan dikaji lebih mendalam, konsep full day school sudah banyak ditentang oleh berbagai pihak.
Beberapa alasan menolak alasan ini, yakni karena mengurangi waktu siswa berinteraksi dengan lingkungan luar sekolah, termasuk keluarga. Padahal, Mendikbud Muhadjir sendiri menegaskan, full day school bukan berarti belajar seharian, tetapi disertai dengan kegiatan-kegiatan positif yang sifatnya nonakademis.

2. Kurikulum 2013

Kurikulum merupakan pegangan bagi sekolah maupun siswa untuk menjalakan proses belajar mengajar. Pada era Mendikbud Mohammad Nuh, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 diganti dengan kurikulum 2013. Pergantian kurikulum ini pun menuai beragam pro dan kontra. Apalagi setelah diberlakukan secara masif pada 2014, tepat di akhir kepemimpinan M Nuh sebagai Mendikbud. Banyak pihak menilai, penerapan kurikulum 2013 terburu-buru meski Kemdikbud menggelar pelatihan massal bagi jutaan guru.
Polemik kurikulum 2013 tidak berhenti setelah pergantian menteri. Ketika Anies Baswedan didapuk menjadi Mendikbud baru, dalam kurun satu bulan menjabat, Mantan Rektor Universitas Paramadina ini memberi pembatasan terhadap penerapan kurikulum 2013. Saat itu, sekolah-sekolah diminta kembali menerapkan KTSP 2006 dengan alasan masih banyak sekolah belum siap terhadap kurikulum 2013. Padahal, saat itu buku-buku kurikulum 2013 sudah didistribusikan dan sudah diterapkan setengah tahun akademis oleh sekolah-sekolah se-Nusantara.

3. Hari pertama sekolah (HPS)

Meski tidak terlalu kontroversial, gerakan mengatar anak di hari pertama sekolah yang dicetuskan oleh Mantan Mendikbud, Anies Baswedan ini cukup mencuri banyak perhatian. Para orangtua yang bekerja pun sempat dibuat bingung terkait izin terlambat ke kantor karena harus antar anak terlebih dahulu.
Saat itu, Anies mengatakan, orangtua perlu terlibat dalam mengantar anak ke sekolah. Mereka juga harus berinteraksi dengan para guru sehingga tidak hanya di hari pertama sekolah. Gerakan tersebut kemudian turut didukung oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan perusahaan swasta lainnya sehingga orangtua tak perlu khawatir terlambat datang ke kantor masing-masing.

4. Uji kompetensi guru (UKG)

Kebijakan Mendikbud yang tak kalah menuai kontroversi di kalangan guru, yakni uji kompetensi guru (UKG). Tahun 2015, UKG diikuti oleh sekira tiga juta guru di seluruh Indonesia. Meski tes wajib ini dijamin tidak akan dijadikan sebagai tolok ukur kualitas guru, tak sedikit guru yang resah karena takut tak mampu meraih hasil maksimal. Pada masa Mendikbud dijabat Anies Baswedan, UKG digunakan untuk pemetaan kompetensi guru.


Read More »

Selasa, 02 Agustus 2016

Mendikbud Muhadjir Effendy: AKAN MELANJUTKAN PROGRAM YANG SUDAH BERJALAN DAN Pendidikan Harus Dilengkapi Keterampilan

0
KALTENG - Kalau membahas pergantian menteri pendidikan, topik yang keluar pasti nggak jauh dari kelanjutan Kurikulum 2013. Pertanyaan muncul, bagaimana nasib kurikulum pendidikan kita. Sebagian pelajar ada yang khawatir menteri baru akan merancang kurikulum baru. Sebagian ada juga yang berharap ada revisi besar di kurikulum.

Namun, Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan baru, menyebutkan bahwa dirinya akan melanjutkan program sebelumnya.
 “Saya tidak suka dengan perspektif bahwa menteri baru akan membawa aturan baru. Pendidikan bukan seperti lebaran yang setiap tahun harus dirayakan dengan baju baru. Kita harus konsisten dengan aturan yang ada. Dengan begitu, program menteri pendidikan sebelumnya, yaitu Bapak Anies Baswedan, akan berlanjut,” kata Muhadjir Effendy, 
Secara khusus, Muhadjir juga menanggapi kekhawatiran publik tentang kelanjutan Kurikulum 2013 yang masih dalam tahap revisi dan pengembangan. Ia memastikan bahwa Kurikulum 2013 ini akan tetap diberlakukan.
“Banyak yang khawatir saya akan mengganti kurikulum. Kurikulum merupakan sesuatu yang memerlukan perencanaan matang, pelatihan yang tuntas, dan pelaksanaan yang baik. Kurikulum 2013 tetap diberlakukan dan akan terus dipantau perkembangannya oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud,” kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Pendidikan menengah idealnya dibekali dengan keterampilan. Dengan begitu, lulusan pendidikan menengah dapat bekerja jika tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan selanjutnya.
"Di luar negeri, siapa yang mempekerjakan anak SMA itu melanggar undang-undang, yang berhak bekerja adalah yang sudah lulus dan mengambil kursus. Tapi di Indonesia tidak mungkin, kadang tamat SMP dan SMA sudah bekerja," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat membuka Lomba Motivasi Pelajar Mandiri (Lomojari) 2016 di Jakarta, Senin (1/8/2016).

Untuk itu siswa yang mengenyam pendidikan di sekolah menengah hendaknya juga dibekali dengan keterampilan, sehingga bisa bekerja jika tak bisa melanjutkan pendidikan.
"Keterampilannya harus dibekali, Kemdikbud memberikan pilihan alternatif pendidikan bagi siswa yang juga ingin mendapatkan keterampilan yakni dengan SMP terbuka dan satu atap," tambah dia.
Model sekolah seperti itu, kata Mendikbud, harus diperbanyak karena sangat dibutuhkan masyarakat terutama di luar Jakarta. "Mereka juga anak bangsa, alangkah disayangkan jika hanya segelintir yang bisa menikmati pendidikan," imbuhnya.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad, mengatakan Kemdikbud tidak hanya membangun SMP terbuka tetapi juga SMP satu atap.
"Kami menyiapkan juga SMP satu atap yang diintegrasikan dengan SD. Konsepnya untuk mengganti SMP terbuka. Jumlahnya sekira 4.600 sekolah, tetapi dibangun sekolah satu atap. Mereka juga akan dibekali dengan keterampilan," kata Hamid.

Pihak Kemdikbud juga menyiapkan SMP satu atap untuk wilayah tertinggal, terluar dan terpencil sekira 5.000 sekolah. Dengan demikian, Hamid berharap semakin besar kesempatan bagi anak-anak Indonesia untuk mengenyam pendidikan.

Lomojari 2016 terdiri dari dua kategori yakni akademik dan keterampilan. Bidang akademik diikuti 32 SMP terbuka dari 31 SMP terbuka di Indonesia dan luar negeri. Sementara pada bidang keterampilan, diikuti 45 SMP terbuka dari seluruh Indonesia.
“Semoga lomba tersebut dapat membuat peserta didik SMP Terbuka dan SMP Satu Atap bersemangat dan berprestasi serta dapat menyalurkan minta dan bakat mereka,” harap Hamid.
Read More »

Sabtu, 30 Juli 2016

KEMENDIKBUD : PROGRAM SERTIFIKASI AKAN DIHAPUS DAN DIGANTI DENGAN PROGRAM RESONANSI FINANCIAL

0

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo secara resmi telah mengumumkan pergantian menteri pada Kabinet Kerja.

Satu posisi yang mengalami pergantian yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
Anies Baswedan kini digantikan oleh Muhadjir Effendy. Pria kelahiran tanggal 29 Juli 1956 meraih gelar sarjana di IKIP Malang pada 1982.

Salah satu visi Menteri Muhajir adalah meniadakan program Sertifikasi bagi guru baik PNS maupun bukan PNS dikarenakan dianggap membuang-buang uang negara saja.
Pelatihan guru yang memakan banyak biaya dan tidak sinkron dengan hasil yang diharapkan rencananya akan dihapus mulai bulan Agustus tahun 2016 ini.

Ke depan guru tidak perlu pelatihan ataupun sertifikasi lagi, karena sudah diganti dengan program baru yang kini disebut RESONANSI FINANCIAL.
Siapapun yang berstatus guru akan langsung diberikan tunjangan yang cukup dengan melampirkan tanda bukti atau surat keterangan bahwasanya ia benar-benar seorang guru maka tanpa
melewati proses pelatihan ini dan itu seperti sertifikasi ataupun UKG guru tersebut namun langsung mendapatkan tunjangan profesi secara otomatis dan berkala.

Luar biasa, inilah misi hebat dari menteri pendidikan baru kita. Semua guru tentu akan semakin berbahagia dan sukses dalam profesinya, semoga terwujud!!

Inilah Pesan Pertama Prof Muhajir Effendy sebagai Mendikbud:

Guru adalah kunci kesuksesan pendidikan generasi penerus. Karena itu guru harus benar-benar cakap, kompeten serta profesional dalam melaksanakan tugas mendidiknya.

Untuk itu seharusnya para *guru datang dari kelompok warga bangsa yang cerdas, punya idealisme, berpandangan luas, dan dedikasi yang tinggi.*

Pemerintah berkewajiban mengembangkan iklim kerja pendidik yang benar-benar kondusif dan inspiratif supaya guru berkembang dan maju. *Selama ini guru -diperlakukan- sama saja dengan pegawai yang lain seperti pegawai administrasi pada umumnya. Lebih buruk lagi iklim kerja yang hanya mendisiplinkan guru dengan menakut-nakuti dengan sanksi-sanksi seperti pencabutan tunjangan pendidik, hambatan kenaikan pangkat dsb., tidak mendidik dan tidak mendorong guru untuk maju.* Iklim kerja seperti itu harus ditinggalkan karena hanya cocok untuk kuli tanam tebu jaman _kulturstelsel_ dan tidak mengundang putra-putra terbaik bangsa untuk menjadi guru.

Semoga wacana ini dapat memihak Guru supaya proses belajar mengajar Guru tidak terganggu.
Read More »

PENERIMAAN SISWA BARU

Yayasan Pendidikan Dan Sosial Pondok Pesantren Menerima Pendaftaran Siswa Baru Mulai Pertengahan Mei 2016, Untuk Tahun Ajaran 2016-2017 Jenjang Pendidikan : SMP Berbasis Pesantren Hidayatus Saalikin, Madrasah Aliyah Juga Umum ( SMK-SMA) Dengan ketentuan mentaati dan patuh pada tata tertib Pondok Pesantren...... BACA SELENGKAPNYA