Tampilkan postingan dengan label DA'WAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DA'WAH. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Agustus 2016

RENUNGAN JUMAT: BAIK HATINYA INSYA ALLAH BAIK TEKAD UCAP DAN PERBUATANNYA

0
Dalam hadits Nu`man bin Basyir bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ

"Ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka seluruh tubuh juga baik. Jika segumpal daging itu rusak, maka seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati". (HR Muslim, no. 1599. Hadits ini juga diriwayatkan oleh al-Bukhari, at-Tirmidzi, an-Nasâ`i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, dan ad-Darimi, dengan lafazh yang berbeda-beda namun maknanya sama. Hadits ini dimuat oleh Imam an-Nawawi dalam Arba’in an-Nawawiyah, hadits no. 6, dan Riyadhush-Shalihin, no. 588)

Penulis masih ingat betul akan nasehat seorang 'alim alm. Beliau alm.memberikan nasihatnya "Muka adalah cerminan Hati Dan Hati merupakan kotaknya amal" apapun itu tidak akan pernah tertutupi, karena akan terpancar gambaran tersebut pada wajah seseorang". Bukan ukuran bentuk fisik namun aura yang terpancar, suatu hikayat dalam kitab "Tajul Arus" karya Syekh Ibnu Athailah, datanglah seorang sahabat ke hadapan Sayyidina Usman kemudian mengucap salam..Sayyidina Usman terdiam..kemudian beliau berkata.."Dikeningnya ada tanda bekas Zinah"...hal tersebut tentunya bukan dibaca dengan pandangan dhohir oleh beliau Sayyidina Usman, namun bersihnya hati beliau ra, sehingga bisa melihat aura/pancaran amal yang telah dilakukan oleh orang tersebut, yang terpancar diwajahnya.

HATI adalah istilah yang sering disebut Alquran ketika berbicara tentang keimanan dan  spiritualitas. Bahwa, orang-orang beriman adalah mereka yang hatinya bergetar ketika mendengar nama Allah disebut, atau ketika ayat-ayat Alquran dibacakan kepadanya.

Dalam bahasa Arab istilah “hati” sebenarnya bersumber pada dua kata: Kalbu dan Fuad. Sayangnya, karena keterbatasan kosa kata dalam bahasa Indonesia, kedua kata tersebut diterjemahkan sama, menjadi ”hati”. Padahal, keduanya memiliki penekanan makna yang berbeda. Kalbu lebih menunjuk kepada sosok lahiriah dari hati, sedangkan fuad lebih mengacu kepada hati yang bersifat batiniah.

Karena itu, kita harus hati-hati dan cermat menangkap maknanya, sesuai dengan konteks ayat atau kalimat hadits yang kita jadikan rujukan. Misalnya, hadits berikut ini. Alaa wainna fiil jasadi mudhghatan idzaa shalahat shalahal jasadu kulluhu waidzaa fasadat fasadal jasadu kulluhu alaa wahiyal kalbu - “Ketahuilah bahwasanya pada setiap tubuh ada segumpal daging. Jika daging itu baik, akan baiklah seluruh anggota tubuhnya. Namun apabila dia rusak maka akan rusak pula seluruh anggota tubuhnya. Ketahuilah bahwasanya segumpal daging itu adalah kalbu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits diatas ada yang memaknai secara batiniah, bahwa kalbu adalah sumber akhlak. Sehingga kalau akhlaknya rusak, maka rusak pula seluruh nilai kemanusiaan orang tersebut. Dan sebaliknya, jika baik akhlaknya, maka menjadi baik pula dia sebagai manusia. Pemaknaan semacam ini sepintas lalu tak bermasalah. Tetapi, kalau kita mau mencermati, kalimat hadits itu sebenarnya berbicara ”hati” secara fisikal, dan berbicara tentang kesehatan biologis.

Bahwa ada segumpal daging, diistilahkan sebagai mudhghah, yang memiliki peran sangat penting dalam tubuh manusia, sehingga jika segumpal daging itu rusak maka rusak pula tubuhnya. Dan jika baik, maka baik pula tubuhnya. Lantas disebutlah segumpal daging itu sebagai kalbu sesuatu yang bermakna ”bergetar bolak-balik”. Mudhghah yang dimaksud dalam hadits tersebut tidaklah bersifat batiniah, melainkan bersifat lahiriah alias fisikal. Yakni, menunjuk kepada jantung, yang memang memiliki getaran bolak-balik, sebagaimana terlihat dalam grafik hasil rekaman Electro Cardiograph (ECG).

Selain itu, penafsiran kalbu sebagai jantung juga dikuatkan oleh ayat Alquran yang menjelaskan secara harfiah bahwa kalbu adalah segumpal daging yang ada di dalam dada. QS Al Hajj (22): 46, ”… al quluubullatii fiish shuduur – hati yang berada di dalam dada. ” Yang di ayat lain lagi disebut sebagai organ yang bisa bergetar-getar ketika mengalami peristiwa tertentu yang emosional.

QS Al Anfaal (8): 2. ”Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. ”

Yang menarik, selain bersifat lahiriah dan biologis, jantung juga memiliki mekanisme yang menjembatani fungsi-fungsi batiniah, yakni emosi. Khususnya pada variable getarannya. Inilah satu-satunya organ yang bergetar-getar secara berbeda-beda dan nyata, ketika emosi kita sedang berubah-berubah. Saat terharu jantung kita bergetar. Saat marah menggeletar. Saat rindu dan jatuh cinta berdebar-debar. Bahkan saat takut, gemetarannya sampai menjalar ke seluruh tubuh.

Itulah sebabnya jantung menjadi organ yang khas, yang memiliki fungsi lahiriah dan batiniah secara simultan. Mudah dideteksi tanpa menggunakan peralatan yang rumit. Dan karenanya bisa dijadikan sebagai salah satu parameter untuk mengetahui perubahan emosi yang terjadi di dalam diri seseorang. Termasuk yang terkait dengan keimanan dan spiritualitas. Contohnya, ayat di atas. Bahwa, untuk mengetahui seseorang beriman atau kurang beriman bisa diketahui dari gemetarnya jantung kita saat mendengar nama Allah disebut, atau saat firman-firman-Nya dibacakan.

Jadi, secara sederhana, getaran-getaran jantung kita adalah representasi dari perubahan-perubahan emosional yang terjadi secara batiniah. Dan perubahan-perubahan emosi itu menunjukkan gejala spiritualitas yang lebih dalam yang berpusatkan di ”hati” yang lebih batiniah yang diistilahkan sebagai fuad. Karena itu, secara sederhana pula saya menyebut ada dua macam hati. ”Hati luar” adalah kalbu, sedangkan ”hati dalam” adalah fuad.

Tentang fuad ini, Alquran bercerita bahwa saat Nabi Muhammad didatangi malaikat Jibril di Gua Hira’, fuad menjadi pintu masuk spiritual bagi turunnya wahyu. Penglihatan beliau bersifat batiniah. Lebih halus dibandingkan kalbu yang getarannya bisa dirasakan secara fisikal. Getaran fuad adalah getaran radar jiwa yang sangat lembut tetapi sangat akurat, sehingga tidak mungkin tersesat.

Inilah sumber inspirasi, intuisi, ilham dan wahyu, yang dialami oleh para nabi. Memang sulit untuk dijelaskan secara empirik dan objektif, karena sudah memasuki kawasan subjektif. Tetapi sebenarnya, bagi jiwa yang suci, mekanisme ini memiliki akurasi yang sangat tinggi. Dan itu hanya bisa dirasakan yang bersangkutan. Karena itu dalam ayat berikut ini, Allah memberikan pembelaan kepada Rasulullah ketika penglihatan beliau itu tidak dipercaya oleh sebagian masyarakat waktu itu. Bahwa, apa yang beliau alami itu benar adanya. Beliau tidak sedang tersesat ataupun keliru. Karena, apa yang diterimanya dari malaikat Jibril itu benar-benar wahyu.

QS An Najm (53): 2-11. “Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan bukanlah ucapannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya (ayat-ayat Alquran) itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). Yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. Yang mempunyai akal yang cerdas. Dan (Jibril) menampakkan diri dengan rupa yang asli. Sedangkan dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi. Maka jadilah dia dekat (sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu, dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan. Hati (fuad)-nya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.”

Hadis riwayat Aisyah ra. istri Nabi saw.:
Rasulullah saw. bersabda: Wahai Aisyah! Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut yang menyukai kelembutan. Allah akan memberikan kepada orang yang bersikap lembut sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang bersikap keras dan kepada yang lainnya

Kita tidak lalai akan do'a yang satu ini : "Ya Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah diriku dalam Agama-Mu dan dalam Ketaatan kepada-Mu".
Begitulah, menjaga kondisi hati untuk senantiasa istiqomah berada di jalan Allah, senantiasa bersih dari segala kotoran dan lembut dari segala kekerasan (hati), tidaklah mudah. Kesibukan dan rutinitas kita yang menguras tenaga dan pikiran, serta interaksi yang terus menerus dengan masalah duniawi, jika tidak diimbangi dengan "makanan-makanan" hati, terkadang membuat hati menjadi keras, kering, lalu mati... Padahal sebagai seorang mukmin, dalam melihat berbagai macam persoalan kehidupan, haruslah dengan mata hati yang jernih.
Untuk itu, beberapa nashehat berikut patut kita renungi dalam upaya melembutkan hati. Kita hendaknya senantiasa:
1. Takut akan datangnya maut secara tiba-tiba sebelum kita sempat bertaubat.
2. Takut tidak menunaikan hak-hak Allah secara sempurna. Sesungguhnya hak-hak Allah itu pasti diminta pertanggungjawabannya.
3. Takut tergelincir dari jalan yang lurus, dan berjalan di atas jalan kemaksiatan dan jalan syaithan.
4. Takut memandang remeh atas banyaknya nikmat Allah pada diri kita.
5. Takut akan balasan siksa yang segera di dunia, karena maksiat yang kita lakukan.
6. Takut mengakhiri hidup dengan su'ul khatimah.
7. Takut menghadapi sakaratul maut dan sakitnya sakaratul maut.
8. Takut menghadapi pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur.
9. Takut akan adzab dan prahara di alam kubur.
10. Takut menghadapi pertanyaan hari kiamat atas dosa besar dan dosa kecil yang kita lakukan.
11. Takut melalui titian yang tajam. Sesungguhnya titian itu lebih halus daripada rambut dan lebih tajam dari pedang.
12. Takut dijauhkan dari memandang wajah Allah.
13. Perlu mengetahui tentang dosa dan aib kita.
14. Takut terhadap nikmat Allah yang kita rasakan siang dan malam sedang kita tidak bersyukur.
15. Takut tidak diterima amalan-amalan dan ucapan-ucapan kita.
16. Takut bahwa Allah tidak akan menolong dan membiarkan kita sendiri.
17. Kekhawatiran kita menjadi orang yang tersingkap aibnya pada hari kematian dan pada hari timbangan ditegakkan.
18. Hendaknya kita mengembalikan urusan diri kita, anak-anak, keluarga, suami dan harta kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan jangan kita bersandar dalam memperbaiki urusan ini kecuali pada Allah.
19. Sembunyikanlah amal-amal kita dari riya' ke dalam hati, karena terkadang riya' itu memasuki hati kita, sedang kita tidak merasakannya. Hasan Al Basri rahimahullah pernah berkata kepada dirinya sendiri. "Berbicaralah engkau wahai diri. Dengan ucapan orang sholeh, yang qanaah lagi ahli ibadah. Dan engkau melaksanakan amal orang fasik dan riya'. Demi Allah, ini bukan sifat orang mukhlis".
20. Jika kita ingin sampai pada derajat ikhlas maka hendaknya akhlak kita seperti akhlak seorang bayi yang tidak peduli orang yang memujinya atau membencinya.
21. Hendaknya kita memiliki sifat cemburu ketika larangan-larangan Allah diremehkan.
22. Ketahuilah bahwa amal sholeh dengan keistiqomahan jauh lebih disukai Allah daripada amal sholeh yang banyak tetapi tidak istiqomah dengan tetap melakukan dosa.
23. Ingatlah setiap kita sakit bahwa kita telah istirahat dari dunia dan akan menuju akhirat dan akan menemui Allah dengan amalan yang buruk.
24. Hendaknya ketakutan pada Allah menjadi jalan kita menuju Allah selama kita sehat.
25. Setiap kita mendengar kematian seseorang maka perbanyaklah mengambil pelajaran dan nasihat. Dan jika kita menyaksikan jenazah maka khayalkanlah bahwa kita yang sedang diusung.
26. Hati-hatilah menjadi orang yang mengatakan bahwa Allah menjamin rezeki kita sedang hatinya tidak tenteram kecuali sesuatu yang ia kumpul-kumpulkan. Dan menyatakan sesungguhnya akhirat itu lebih baik dari dunia, sedang kita tetap mengumpul-ngumpulkan harta dan tidak menginfakkannya sedikit pun, dan
mengatakan bahwa kita pasti mati padahal dia tidak pernah ingat mati.
27. Lihatlah dunia dengan pandangan I'tibar (pelajaran) bukan dengan pandangan mahabbah (kecintaan) kepadanya dan sibuk dengan perhiasannya.
28. Ingatlah bahwa kita sangat tidak kuat menghadapi cobaan dunia. Lantas apakah kita
sanggup menghadapi panasnya jahannam?
29. Di antara akhlak wanita mu'minah adalah menasihati sesama mu'minah.
30. Jika kita melihat orang yang lebih besar dari kita, maka muliakanlah dia dan katakana kepadanya, "Anda telah mendahului saya di dalam Islam dan amal sholeh maka dia jauh lebih baik di sisi Allah. Anda keluar ke dunia setelah saya, maka dia lebih baik sedikit dosanya dari saya dan dia lebih baik dari saya di sisi Allah."

Demikianlah, pada orang-orang yang berhasil mensucikan dirinya, radar jiwa yang namanya fuad itu akan bertambah tajam, sehingga menjadi mekanisme munculnya petunjuk Tuhan secara batiniah. Lewat mata hati. Persis seperti yang terjadi pada Rasulullah saat berkhalwat di Gua Hira’, ketika didatangi malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu pada malam al Qadr. Yang demikian ini, insya Allah juga akan bisa terjadi pada orang-orang yang mau untuk terus menerus berusaha membersihkan hatinya, memfilter sir sir yang tidak relevan dengan hukum Allah dan Sunnatulloh. Wallahu a’lam bissawab.
Read More »

Kamis, 04 Agustus 2016

KAJIAN JUM'AT : BAHAYA GHIBAH DAN NAMIMAH

1

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن 

نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ


Diantara hal  yang bisa membawa kita pada adzab Allah Ta'ala adalah lidah dan lisan kita yang tidak terjaga, sadar dan tidak sadar "kebiasaan menggunjing" akan menyebabkan tertutupnya rahmat Allah Ta'ala, dan butanya hati...

Pada Hakikatnya jika kita tela'ah lebih jauh penilaian seseorang adalah hak mutlak Allah Ta'ala, bukan ditangan kita, hukum hakekat kita tidak tahu, seseorang yang kita anggap buruk belum tentu kedudukannya "buruk" pula dihadapan Allah Rabbul 'Alamin", pun halnya sebaliknya, kulit bukanlah jaminan. Lalu kenapa kita sebagai manusia suka menempatkan hukum pada kita..seolah benar dan salah adalah punya kita..? jaminan dari Allah Ta'ala pada hambanya adalah " yang paling mulia dihadapan Ku adalah yang paling takwa"

Apakah kita yakin bahwa kita jauh lebih baik dari orang yand di gunjing..??
Tidak ada seorangpun, yang tahu akan akhir dari seseorang, manusia hanya diwajibkan untuk "usaha, ikhtiar, berdo'a dan tawakkal". menurut riwayat sedikit sekali orang yang selamat dari Ghibah, Namimah dan fitnah ini.

Ghibah artinya membuka aib yang ada pada diri seseorang dengan maksud menjelek jelekannya atau agar orang membencinya tanpa alasan yang dbenarkan syariat..



Dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,Ghibah yang di perbolehkan menurut Imam Nawawi adalah ghibah yang bertujuan untuk kemaslahatan dan kebutuhan masyarakat/orang banyak..dan itu pun harus dengan cara terhormat yaitu tidak melebih lebihkan dan tidak mengolok ngolok atau menghina.Jadi ada batasannya sendiri yaitu tidak boleh keluar dari kebenaran dan harus ada bukti,Jika tidak demikian maka pekara tersebut akan menjerumus ke dosa yang lebih besar yaitu fitnah. bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَمَّا عُرِجَ بِي مَرَرْتُ بِقَوْمٍ لَهُمْ أَظْفَارٌ مِنْ نُحَاسٍ يَخْمُشُونَ وُجُوهَهُمْ وَصُدُورَهُمْ فَقُلْتُ: مَنْ هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ لُحُومَ النَّاسِ وَيَقَعُونَ فِي أَعْرَاضِهِمْ

"Ketika aku mi`raj (naik di langit), aku melewati suatu kaum yang kuku-kukunya dari tembaga dalam mencakar wajah-wajah dan dada-dadanya. Lalu aku bertanya: “Siapakah mereka itu wahai malaikat Jibril?” Malaikat Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan merusak kehormatannya.” (H.R. Abu Dawud no. 4878 dan lainnya).

Yang dimaksud dengan ‘memakan daging-daging manusia’ dalam hadits ini adalah berbuat ghibah (menggunjing), sebagaimana permisalan pada surat Al Hujurat ayat: 12.

"Wahai Orang2 beriman! Jauhilah banyak dari prasangka,sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan jangan lah kamu mencari2 kesalahan orang lain,dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? (Bangkai) Tentu kamu akan merasa jijik.Dan bertakwalah kepada Allah,sesungguhnya Allah maka penerima Tobat,Maha Penyayang".

Dari shahabat Sa`id bin Zaid radhiyallahu `anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu `alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ مِنْ أَرْبَى الرِّبَا الإِسْتِطَالةَ فِي عِرْضِ المُسْلِمِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَفِي رِوَايَة : مِنْ أَكْبَرِ الْكَبَائِر

“Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar (dalam riwayat lain: termasuk dari sebesar-besarnya dosa besar) adalah memperpanjang dalam membeberkan aib saudaranya muslim tanpa alasan yang benar.” (H.R. Abu Dawud no. 4866-4976).

##Bahaya Fitnah

Fitnah adalah perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yg disebarkan dng maksud menjelekkan,memecah belah dan menghancurkan seseorang,suatu kaum,generasi/ suatu bangsa

Allah Ta 'ala berfirman

“Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan fitnah kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang sangat pedih”. (Q.S. al-Buruj: 10)
Penyebar fitnah diberi gelar oleh Rasulullah dengan seburuk-buruk manusia. Beliau bersabda: “Inginkah kalian aku beritahukan manusia terburuk diantara kalian?” Para sahabat menjawab, Ya. Beliau bersebda, yaitu orang-orang yang ke sana ke mari menyebar fitnah, yang memecah belah di antara orang yang saling mencintai dan meniupkan aib kepada orang-orang yang tidak berdosa/bersalah.” (HR. Ahmad).

Hendaknya seorang muslim yang beriman selalu menjaga aib yang ada pada diri saudaranya,Menasehatinya dengan cara yang baik ketika berbuat salah tanpa merusak kehormatannya atau mempermalukannya,tidak,menyebar fitnah dan berhenti menjadi penyebar fitnah serta selalu menyelidiki kebenaran setiap informasi yang datang yang menceritakan keburukan suatu kaum,agar kita tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum yang tidak bersalah yang menyebabkan kita menyesal di kemudian hari.
 Muslim itu ibarat satu tubuh, jika kita sebar 'aib muslim lainnya sama dengan kita mempermalukan diri kita sendiri"

Sekian,semoga bermanfaat,Wallahu a'lam.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Kalteng Jum'at 05-Agustus 2016

Read More »

Jumat, 17 Juni 2016

HIKMAH DARI RAYAP DAN SEMUT

0
Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan serangga mungil ini pada surat An Naml di dalam kisah Nabi Sulaiman 'alaihissalam. Ketika itu Nabi Sulaiman yang sudah diwafatkan oleh Allah bersandar pada tongkat kayunya. Jin-jin yang bekerja pada Nabi Sulaiman mengiranya beliau masih hidup. Hingga suatu hari tiba-tiba tubuh Nabi Sulaiman terjatuh akibat tongkat kayu yang menjadi sandarannya tak kuat menahan karena lapuk dimakan rayap. Lalu tersadarlah para jin-jin itu bahwa selama ini sebenarnya Nabi Sulaiman sudah wafat.

Sungguh menakjubkan. Rayap, serangga mungil bertubuh lunak itu mampu menggerogoti batang kayu yang keras tanpa diketahui jin-jin yang bekerja di sekeliling Nabi Sulaiman. Allah telah mengarunianya rahang yang kuat untuk memakan kayu dan mencernanya di dalam perutnya yang didesain secara khusus.

Seperti ini juga keadaan kita. Tanpa pernah kita sadari, ternyata rayap telah memakan kayu-kayu bangunan rumah. Begitu tersadar kayu-kayu telah menjadi keropos dan lapuk tak bisa lagi dimanfaatkan.

Dari penelitian diketahui, rayap memakan serat kayu karena di dalam serat kayu mengandung selulosa yang merupakan sumber utama energi mereka. Tak hanya kayu, bahan-bahan lain yang kaya akan selulosa seperti kertas dan kain juga dimakannya.

Rayap sanggup menembus tembok yang tebal dan melubangi benda-benda keras seperti plastik untuk mencapai sasarannya. Uniknya, pekerjaan yang sulit ini dilakukan oleh rayap-rayap pekerja yang ternyata buta. Subhanallah...

 Rayap adalah binatang kecil yang biasa memakan kayu. Rayap dikenal sebagai hama yang bisa merusak rumah kita, setidaknya bahan rumah kita yang terbuat dari kayu. Kekuatan rayap sungguh luar biasa, sebuah bangunan besar bisa hancur oleh binatang kecil ini. Namun bukan hanya ini saja kekuatannya. Selain memiliki kekuatan merusak, rayap pun memiliki kekuatan membangun.

Rayap memiliki kekuatan membangun sarangnya lengkap dengan sistem Air Conditioning-nya plus tata ruang yang apik dengan ketinggian sampai 9 meter. Ini adalah suatu pencapaian luar biasa sebab tubuh rayap sendiri hanya memiliki tinggi sekitar 3 mm saja. Artinya rayap mampu membangun tempat tinggalnya sampai 3.000 kali tinggi badannya. Sementara manusia, dengan berbagai peralatan dan bahan-bahan yang canggih, sampai sekarang belum mampu membangun bangunan dengan ketinggian sampai 1.000 kali tinggi badannya. Sampai saat ini bangunan tertinggi yang sudah dibuat manusia baru sampai ketinggian sekitar 1.000 meter saja.




SEMUT :

Ketika anak anak kita suit ( dengan menggunakan jari menentukan pemenang ) semut di gambarkan dengan kelingking yang merupakan jari terkecil dan gajah digambarkan dengan ibu jari yang merupakan jari terbesar, jika di adukan jari jari tersebut maka kelingking ( semutlah yang menang )

Semut merupakan salah satu jenis serangga yang namanya dijadikan nama salah satu surah di Al Qur’an, yaitu surah An-Naml. Dinamakan An-Naml (semut) karena pada ayat 18 dan 19 surah ini berisikan tentang kisah seekor pemimpin semut yang menginstruksikan anak buahnya untuk segera masuk sarang karena nabi Sulaiman as dan tentaranya akan melewati tempat itu.

Nabi Sulaiman as yang mempunyai mu’jizat bisa mengerti suara hewan kemudian merasa takjub atas kejadian tersebut dan mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat kepadanya.“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut:
Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS. An Naml: 17-18)

Kembali lagi ke semut, semut yang dikenal memiliki solidaritas dan ukhuwah yang tinggi antar sesamanya merupakan salah satu spesies serangga tercanggih di muka bumi, hampir tidak ada serangga yang sekuat semut. Menurut para ilmuwan, mereka telah bertahan selama 6 juta tahun karena mereka diberi karunia oleh Allah untuk mampu beradaptasi dengan baik dimana pun mereka tinggal.

Berikut ini merupakan sebagian kecil fakta-fakta menakjubkan dan unik dari semut yang perlu kita ketahui sebelum kita menginjak mereka yang sedang lewat di tanah maupun lantai rumah kita:

1. Semut Lebih Pintar Daripada yang Kalian Pikirkan

Binatang dengan otak paling besar proporsinya jika dibandingkan dengan keseluruhan tubuhnya adalah semut. Mereka dikenal sebagai salah satu spesies paling cerdas di antara serangga-serangga lainnya. Mereka memiliki sekitar 250.000 sel otak di kepalanya.

2. Semut Sangat Ahli di Bidang Pertanian

Tahukah anda, bahwasanya semut telah memulai bertani dan berkebun 50 juta tahun lebih awal sebelum manusia untuk meningkatkan jumlah makanan mereka. Para semut menggunakan teknik hortikultura yang sangat canggih untuk meningkatkan hasil panen mereka. Mereka mensekresikan zat kimia yang kaya antibiotik untuk menghambat pertumbuhan jamur. Sarang mereka juga dibangun dengan sistem yang sangat canggih untuk mengontrol temperatur dan kelembapan.

3. Semut Merupakan Ahli Strategi Perang
Antara spesies semut yang berbeda, bahkan yang sama sekali pun terkadang “bertarung” dan “berperang” satu sama lain, dan peperangan ini bisa berlanjut selama beberapa jam, hari bahkan minggu.Salah satu pertempuran semut yang paling luas jangkauaanya adalah pertempuran sejenis Pavement Ant. Dan pertempuran paling besar adalah antara superkoloni semut Argentina yang menyebabkan jatuhnya jutaan korban semut yang tewas dalam sehari saja.

Beda lagi dengan semut Amazon, mereka adalah sejenis semut yang suka “memperbudak” semut lain untuk dijadikan pekerja. Mereka mendapatkan budak dari hasil invasi ke sarang semut lainnya. Sebelum menyerang mereka akan mengobservasi sarang lawan. Setelah dua hari, semut amazon pun langsung menyerang, dengan mudah mereka menaklukkan lawannya yang rata-rata telah panik dan tidak terorganisir sama sekali. Budak pun didapatkan. (Bagaimana cara menebus budak semut ya?)

4. Jumlah Semut Sangat Banyak Sekali

Jika dikalkulasikan, 10% dari keseluruhan hewan di dunia merupakan semut. Dan jika ditimbang, jumlah massa semua semut di bumi sama dengan jumlah massa semua manusia di bumi

5. Semut Bisa Membentuk Superkoloni

Semut argentina merupakan jenis semut yang suka menyerang. Mereka membentuk superkoloni yang besar dan banyak sekali di Kalifornia, AS. Superkoloni tersebut memiliki jutaan sarang dengan jangkauan hampir ratusan mile (ratusan kilometer) dan kedalaman sarang 6 meter ke bawah. Semut dari sarang yang berbeda namun dalam satu koloni sangat jarang terlihat saling serang satu sama lain. Superkoloni terbesar terdapat di Kalifornia bagian selatan, dengan panjang 600 mile (sekitar 965 kilometer).

6. Umur Semut Hanya Beberapa Bulan Berbeda dengan Ratunya

Semut pekerja hanya mampu bertahan hidup selama 45-60 hari, bandingkan dengan sang ratu semut yang bisa hidup hingga berumur 20 tahun. Dan ketika sang ratu mati, koloni semut tersebut hanya bisa bertahan beberapa bulan.

7. Semut Karnivora

Di Afrika dan Asia, ada spesies semut yang bisa membunuh dan memakan binatang lain yang lebih besar dengan cara “mengeroyokinya”. Semut itu dikenal dengan nama Driver Ant, Safari Ant dan Siafu. Jenis semut itu merupakan pemburu yang sangat kuat, dan mereka memanfaatkan jumlah mereka saat mengincar mangsa. Jadi pelajarannya, kekuatan kelompok itu penting lho. Driver ant pernah ditemukan membunuh bayi manusia dan kuda yang sedang diikat di kayu. Driver ant akan membunuh apapun yang berada di dekat sarang mereka, bahkan 100.000 ekor binatang mati dalam sehari karena koloni semut ganas ini. Semut ini juga suka berpindah-pindah untuk mencari mangsa, seperti serangga, laba-laba, kadal, ular, ayam dan binatang kecil lainnya. Terkadang memanjat pohon dan menyerang burung di sarangnya. Alhamdulillaah mereka hanya hidup di hutan bukan di kosan.

8. Semut yang Suka Beternak

Semut selain suka bertani, berburu dan berperang, mereka juga suka beternak. Dan yang mereka ternakkan bukanlah ayam, kambing apalagi sapi. Yang mereka ternakkan adalah Aphid, sejenis kumbang. Semut madu mendapatkan madu yang manis dari hasil sekresi aphid tsb. Semut akan melindungi dan memberi makanan kumbang. Mereka memilihkan tanaman yang cocok untuk Aphid tinggal dengan aman. Jika ada predator atau parasit datang, maka semut tsb akan memboyong aphid ke tempat lain. Mereka akan mempertahankan dan membela aphid. Sungguh bahagian hidup si Aphid.

9. Perbudakan dalam Dunia Semut

Slave-Maker ant merupakan jenis semut yang suka menggerebek sarang semut lain dan mencuri pupa mereka. Dan ketika pupa tersebut menetas, dan menjadi semut, semut tersebut kemudian dijadikan budak dalam koloni.

10. Kasta dalam Dunia Semut

Sang ratu semut berukuran lebih besar daripada pekerjanya. Mereka memiliki thorax dan abdomen yang lebih besar daripada pekerjanya. Setelah menemukan koloni baru, tugas sang ratu adalah untuk menghasilkan banyak semut pekerja, semut jantan dan ratu lainnya. Mereka bisa hidup selama 20 tahun dan bisa memproduksi ribuan telur dalam hidupnya. Semut jantan memiliki tubuh yang paling kecil dalam kasta semut. Tugas mereka hanya satu, yaitu membuahi sang ratu saat ritual perkawinan. Dan akan mati setelah beberapa hari.

Semut pekerja memiliki tugas mencari makan, merawat bayi, membangun sarang dan menjaga koloni serta ratu. Semut tentara yang bercirikan memiliki kepala yang besar bertugas untuk menjaga sarang mereka dari serangan musuh. Subhanallaah, mungkin kata itu yang terucap dari bibir kita setelah mengetahui fakta-fakta mengagumkan tersebut. Dari waktu ke waktu kita harus sering merenungi dan memikirkan ayat-ayat qauniyah yang disebar Allah di muka bumi dan penjuru langit, yang salah satunya adalah semut tersebut agar kita semakin yakin bahwa Allah-lah Yang Maha Kuasa untuk menciptakan dan memelihara mereka.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih ber-gantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau. Maka, peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali ‘Imran: 190-191)

Dari hikmah 2 jenis binatang tadi kita sebagai manusia bisa belajar sangat banyak dengan mengkaji hikmah didalamnya. Bagaimana rayap bisa membangun tempat tinggalnya begitu tinggi, atau  yang semut bisa membawa barang diluar kapasitas mereka? Ada dua hikmah yang bisa kita dapatkan dari rayap :

Mereka bekerja sama dalam membangun sarangnya. Tubuh kecil dan lemah bisa diatasi dengan cara bekerja sama. Bekerja sama membuat mereka memiliki kekuatan yang dahsyat baik dalam menghancurkan maupun membangun.

Mereka bekerja dengan mengikuti insting, yang merupakan fitrah yang diberikan Allah kepada makhluq ini. Mereka tidak punya ilmu arsitektur. Mereka tidak memiliki ilmu dengan pengkondisian udara dan tata ruang. Mereka tidak pernah kuliah cara mengawetkan makanan. Mereka mampu, karena mereka hidup dalam fitrahnya.

Manusia yang seharusnya memiliki kemampuan yang jauh lebih dahsyat bisa kehilangan kemampuan itu karena disebabkan oleh dua hal.

Yang pertama, jika seseorang sudah tidak mau lagi bekerja sama sesama dengan saudaranya. Kesombongan dan keangkuhan mereka menghalangi untuk bekerja sama sehingga hasil yang diperoleh tidak optimal. “Saya bisa, saya hebat, dan saya mampu. Buat apa bekerja sama?” Orang yang berkata seperti ini adalah mereka yang kehilangan banyak potensi keberhasilan dalam hidupnya.

Hikmah kedua, banyak manusia yang sudah jauh dari fitrahnya. Mereka hidup dengan cara sendiri. Cara yang diproduksi oleh akalnya sendiri yang sungguh lemah dan banyak kekurangannya. Padahal kita sudah punya cara hidup yang sesuai dengan fitrah manusia karena cara hidup ini dibuat oleh Pencipta kita. Cara hidup itu adalah Al Quran dan Hadits Nabi saw.

Mudah-mudahan, melalui gemblengan bulan Ramadhan ini, kita semua kembali ke fitrah kita (idul fitri) serta memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dengan demikian kita bisa mengembalikan potensi kita yang sebenarnya, baik untuk meraih sukses dunia maupun akhirat. Amiin.

Read More »

Rabu, 15 Juni 2016

KEISTIMEWAAN AWAL PERTENGAHAN DAN AKHIR RAMADHAN

0

Di Bulan penuh berkah ini begitu banyak keistimewaan yang diberikan Allah SWT, dan pada umumnya semua kaum muslimin muslimah sudah mengetahuinnya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِى مُنَادٍ يَا بَاغِىَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِىَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Pada malam pertama bulan Ramadhan syetan-syetan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satu pun pintu yang tertutup, ketika itu ada yang menyeru: “Wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan), wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah”. Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadhan”.

Dalam hadits lainnya disebutkan,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.”

Semua pintu kebaikan dimudahkan oleh Allah SWT, dan pintu ampunan dibuka selebar lebar lebarnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.”[7] Pengampunan dosa di sini bisa diperoleh jika seseorang menjaga diri dari batasan-batasan Allah dan hal-hal yang semestinya dijaga.[8]

Begitu pula pada amalan shalat tarawih, di dalamnya juga terdapat pengampunan dosa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Barangsiapa yang menghidupkan malam lailatul qadar dengan amalan shalat, juga akan mendapatkan pengampunan dosa sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” Adapun pengampunan dosa dalam hadits-hadits di atas, dimaksudkan untuk dosa-dosa kecil sebagaimana pendapat mayoritas ulama.

Karena sampai banyaknya pengampunan dosa di bulan suci ini, Qotadah pun mengatakan, “Siapa saja yang tidak mendapatkan pengampunan dosa di bulan Ramadhan, maka sungguh di hari lain ia pun akan sulit mendapatkan ampunan.”

Di dalam bulan suci ini ada keistimewaan keistimewaan pada awal ramadhan, pertengahan dan akhir dari bulan penuh berkah ini ;

10 Pertama :

Pada 10 hari pertama bulan Ramadhan Allah SWT memberikan rahmat dan limpahan pahala dari berbagai amalan yang kita lakukan selama puasa. Fase-fase 10 hari pertama Ramadhan memang merupakan fase terberat dan tersulit karena merupakan fase peralihan dari kebiasaan pola makan normal menjadi harus menahan lapar dan haus mulai dari subuh hingga magrib.

Selain itu ternyata tidak hanya tubuh saja yang melakukan adaptasi, pada fase 10 hari pertama Ramadhan ini pikiran kita juga sedang berusaha melakukan beradaptasi atau penyesuaian dengan penuh kesabaran dan keikhlasan untuk dapat menunaikannya. Oleh sebab itu pada 10 hari pertama Ramadhan ini Allah SWT memberikan keistimewaan dengan membukakan pintu rahmat yang sebesar-besarnya bagi hamba-Nya yang telah sabar dan ikhlas dalam menunaikan puasa selama 10 hari pertama dibulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Untuk itu jangan sampai kita melewatkan kesempatan mendapatkan rahmat dari Allah SWT selama 10 hari pertama Ramadhan dengan hanya berdiam diri tanpa melakukan aktifitas. Manfaatkanlah setiap hari dibulan Ramadhan sebagai ladang ibadah. Lakukanlah kebaikan sebanyak-banyaknya dengan memperbanyak tilawah Al Quran, berdoa, sholat shunah, beramal shaleh dan membantu orang lain. Selain itu bekerja, memperbanyak silahturahmi, serta menjaga hubungan baik juga merupakan sebuah ibadah. Semoga semua ibadah yang kita lakukan selama bulan Ramadhan diberkahi serta dirahmati Allah SWT.
10 Kedua :

Setelah berhasil melalui fase pertama yang sudah pasti cukup berat karena tubuh dan pikiran berusaha beradaptasi dengan kondisi saat puasa, maka 10 hari kedua Ramadhan ini mungkin akan terasa lebih ringan karena akhirnya tubuh sudah mulai terbiasa dengan aktivitas puasa yang menuntut seseorang untuk tidak makan dan minum dimulai sejak matahari terbit hingga saat matahari terbenam.
Untuk keutamaan 10 hari kedua Ramadhan seperti yang disebutkan didalam hadist Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dimana Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Awal bulan Ramadhan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah dan akhirnya Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka)”. Nah, pada fase kedua atau fase 10 hari kedua Ramadhan inilah Allah membukakan pintu magfirah atau ampunan yang seluas-luasnya.

Karenanya Jangan sampai kita melewatkan hari-hari penuh ampunan yang telah dijanjikan oleh Allah SWT dengan sia-sia. Pada waktu-waktu inilah saat yang paling tepat untuk memperbanyak doa serta memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa-dosa yang telah kita lakukan di masa lalu agar diampuni dan dibebaskan dari hukuman.
Perbanyaklah melakukan sholat malam, berdoa dan berdzikir karena pada 10 hari kedua Ramadhan ini merupakan kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT untuk mengurangi dosa-dosa yang telah kita perbuat. Dengan memohon ampunan dengan tulus dan bersungguh-sungguh serta bertobat dari hati yang terdalam Insya Allah pasti mendapatkan ampunan-Nya.
10 Terakhir

Ummul Mu`minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada 10 terakhir Ramadhan kurang lebih sebagai berikut :
“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki 10 terakhir Ramadhan, beliau mengencangkan tali sarungnya (yakni meningkat amaliah ibadah beliau), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan istri-istrinya.” Muttafaqun ‘alaihi
Pertama : Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serius dalam melakukan amaliah ibadah lebih banyak dibanding hari-hari lainnya. Keseriusan dan peningkatan ibadah di sini tidak terbatas pada satu jenis ibadah tertentu saja, namun meliputi semua jenis ibadah baik shalat, tilawatul qur`an, dzikir, shadaqah, dll.
Kedua : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membangunkan istri-istri beliau agar mereka juga berjaga untuk melakukan shalat, dzikir, dan lainnya. Hal ini karena semangat besar beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam agar keluarganya juga dapat meraih keuntungan besar pada waktu-waktu utama tersebut. Sesungguhnya itu merupakan ghanimah yang tidak sepantasnya bagi seorang mukmin berakal untuk melewatkannya begitu saja.

Ketiga : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada 10 Terakhir ini, demi beliau memutuskan diri dari berbagai aktivitas keduniaan, untuk beliau konstrasi ibadah dan merasakan lezatnya ibadah tersebut.

Keempat : Pada malam-malam 10 Terakhir inilah sangat besar kemungkinan salah satu di antaranya adalah malam Lailatur Qadar. Suatu malam penuh barakah yang lebih baik daripada seribu bulan.
Read More »

Kamis, 24 Desember 2015

MENDIDIK ANAK TIDAK CUKUP DENGAN MENYEKOLAHKAN

0
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, begitulah peribahasa mengatakan. Bisa diartikan bahwa karakter anak tidak jauh dari orang tuanya. Maka dalam perkembangan anak orang tualah yang memiliki peranan paling penting. Dalam banyak hal lingkungan berpengaruh terhadap perubahan perilaku seseorang dan lingkungan yang paling utama bagi anak-anak adalah dirumah yaitu bersama dengan orang tua mereka.

Seorang anak dalam perkembangannya tidak langsung mengenal lingkungan sekitarnya sendiri, melainkan butuh pendidikan dari keluarga, pendidikan formal dan juga pendidikan masyarakat yaitu lingkungan yang lebih luas lagi di mana dia tinggal.

Anak-anak suka meniru apa yang dia lihat, maka sering kali tanpa disadari perilaku orang tua menurun kepada anak-anak mereka. Contohnya ibu yang sering menari dihadapan anaknya, pasti sang anak akan mencoba melakukan apa yang sang ibu lakukan, di zaman sekarang di mana teknologi berkembang sangat pesat banyak orang tua yang asyik menggunakan gawai dihadapan anak, maka sang anak pun akan meniru sikapnya. Tak aneh jika saat ini banyak anak-anak yang baru berusia 2 tahun sudah mahir bermain game di gawai.

Selain itu banyak kita mendengar kasus anak usia SD, SMP yang hamil bersama pacarnya, secara logika hal itu tidak mungkin terjadi karena masih dibawah umur. Namun, lingkungan yang telah membentuk mereka seperti itu. Misalnya dari tontonan TV di rumah, sang anak disuguhi adegan-adegan orang dewasa, tontonan yang menyajikan indahnya berpacaran dan sebagainya. Banyak pula anak usia sekolah yang melakukan tawuran, melakukan tindak kriminal lainnya seperti mencuri, merampok bahkan membunuh hanya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mungkin orang tua mereka bukan mencuri, bukan perampok dan bukan pembunuh tapi dalam hal ini pasti ada yang kurang dalam hal mendidik. Bisa saja pendidikan secara formal nya terpenuhi namun kurang mendapat kan kasih sayang dari orang tua nya. Atau masalah ekonomi dan tuntutan dari orang terdekat untuk dapat membantu mencari nafkah demi menyambung kehidupan pribadinya. Sangat banyak faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak namun tetap menurut saya peran orang tualah yang paling berpengaruh.

Lalu apa jadinya jika orang tua salah dalam mendidik anak?

Siklus kehidupan manusia dimulai dari balita, anak-anak, remaja lalu dewasa. Jadi jelas bahwa orang-orang dewasa yang saat ini ada merupakan anak-anak dimasa lalu. Begitupun pemimpin dimasa mendatang akan lahir dari anak-anak yang ada dimasa sekarang. Maka menjadi tugas semua orang tua untuk menyiapkan pemimpin-pemimpin yang amanah dimasa mendatang.

Peran orang tua dalam mendidik anak bukan hanya sekadar menyekolahkan mereka disekolah favorit, bukan hanya sekadar menyenangkan anak dengan membelikan barang-barang yang sang anak inginkan, tapi lebih dari itu. Sebagai orang tua perlu metode yang baik dalam mendidik anak dan metode yang baik adalah metode yang sudah terbukti hasilnya. Maka metode pendidikan yang dibangun oleh Rasulullah tak diragukan lagi, jika dari lingkup yang terkecil dalam sebuah mayarakat yaitu keluarga sudah terbentuk karakter-karakter unggul maka akan mudah membangun masyarakat madani dan membentuk sebuah negara dengan generasi-generasi penerus yang memiliki sikap dan akhlak mulia.

Dimasa Rasulullah membangun pola kehidupan masyarakat yang beradab, dimulai dari mendidik anak-anak Rasulullah kemudian keluarga, sahabat serta masyarakat sekitar. Karakter yang dibangun diantaranya dari sisi kemanusiaan, keagamaan serta toleransi antar masyarakat.

Dari sisi kemanusiaan penulis mengartikan bahwa sejak kecil anak-anak perlu diajarkan bagaimana bersikap sesuai dengan fitrahnya hal ini sudah tercantum dalam Al-Qur’an QS. Ar-Rum ayat 30 “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah di atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia sesuai dengan fitrah tersebut. Tidak ada perubahan terhadap fitrah Allah, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya." Jika ini sudah tertanam dalam pikiran sang anak maka anak akan mudah menerima kebaikan yang datang dari Allah melalui perantara nasihat orang tua atau orang-orang disekitar  yang mendidiknya. Karena ajaran yang dibawa oleh Rasulullah sesuai dengan fitrahnya manusia dan mampu diterima secara logika.

Jika manusia sudah mampu bersikap sesuai fitrahnya tidak akan ada lagi pelajar yang saat ulangan mencontek, tidak ada lagi pejabat publik yang korupsi, tidak ada lagi kasus perampokan, tidak ada lagi kejahatan-kejahatan lainnya. Karena manusia lahir dalam keadaan yang suci dan jauh dari nilai-nilai negatif.

Orang tua yang paham bahwa anak-anak yang mereka hasilkan saat ini akan menjadi generasi penerus dimasa mendatang akan berusaha semaksimal  mungkin untuk menjadikan anak-anak mereka anak-anak dengan akhlaq terbaik.

Selanjutnya adalah pengajaran keagamaan, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat, dengan berbagai macam suku bangsa, bahasa serta agama. Maka tak jarang muncul perselisihan karena merasa didiskriminasi atau masalah lainnya yang mungkin saja timbul. Dari itu sangat penting mengajarkan secara menyeluruh tentang akhlak dalam beragama. Islam mengajarkan keseimbangan, seimbang antara kehidupan di dunia dan bekal untuk kehidupan di akhirat. Dengan keseimbangan inilah hidup manusia akan menjadi lebih terarah. Dengan penanaman nilai-nilai spiritual kepada anak sejak usia dini, anak akan tumbuh dengan nilai-nilai positif dalam dirinya.

Ketidakamanan yang terjadi saat ini di Indonesia salah satunya disebabkan oleh perbedaan agama. Pemahaman ajaran agama yang berbeda sering menimbulkan keresahan dalam hal ibadah dari tiap-tiap agama. Misalnya tokoh masyarakat di Papua yang sempat melarang dikumandangkannya adzan di masjid, atau keresahan umat Kristiani saat merayakan ritual keagamaan karena kasus ledakan bom di gereja yang pernah terjadi. Hal ini sungguh bukan suatu hal yang diajarkan oleh Rasulullah. Karena perbedaan tersebut datang dari Allah jadi sudah sepantasnya kita bersikap sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah dalam hal menyikapi sebuah perbedaan.

Konsep berikutnya adalah menciptakan toleransi dalam kehidupan masyarakat, dengan adanya sikap toleransi akan tercipta hubungan yang baik antara satu orang dengan yang lainnya. Islam sangat menghargai perbedaan. Sehingga siapapun akan mendapatkan hak dan kewajiban yang sama.

Umar Abdul Aziz Quraisyi mengatakan bahwa dasar-dasar inilah yang membangun sikap toleransi umat Islam diantaranya  dasar nilai-nilai keluruhan sebagai sesama manusia, baik dari perbedaan agama, etnis, dan kebudayaan, Dasar pemikiran bahwa perbedaan agama merupakan kehendak Allah. Dasar pemikiran bahwa kaum Muslim tidak berhak sedikit pun untuk menjustifikasi kecelakaan mereka yang berlainan keyakinan selama di dunia, karena hal itu merupakan hak prerogatif Allah di akhirat kelak dan terakhir adalah pemikiran bahwa Allah memerintahkan manusia untuk berbuat adil dan berakhlak mulia, meskipun terhadap mereka yang berlainan agama.

Dengan penerapan dasar-dasar yang tepat dalam mendidik, anak akan tumbuh menjadi remaja yang berkepribadian baik dan akan menjadi generasi perubahan bagi suatu bangsa. Memang tidaklah mudah menciptakan sebuah negara khilafah seperti yang pernah terjadi dimasa Rasulullah serta para sahabat, namun dengan terciptanya keluarga kecil yang berakhlak akan lahir generasi-generasi Rabbani yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju. Karena sejarah sudah berhasil membuktikan kejayaan umat Islam selama 13 abad. Yaitu sejak pemerintah Rasulullah hingga khilafah Turki Utsmani.

Dari itu marilah mulai membangun Negara baldatun thayyibatun wa rabbun ghafūr dari lingkup yang paling kecil yaitu keluarga, dan mulailah membangun keluarga dengan mendidik anak sesuai dengan yang Rasulullah ajarkan.
Read More »

Rabu, 23 Desember 2015

Arti Makna dan Hikmah Maulid Nabi Besar Muhammad saw

0
Makna Maulid Nabi yang dalam dunia kita terus diperingati setiap tanggal kelahiran beliau (setiap tanggal 12 Rabiul Awwal) bukan lagi sebuah kesemarakan seremonial belaka, tapi sebuah momen spiritual untuk mentahbiskan beliau sebagai figur tunggal yang mengisi pikiran, hati dan pandangan hidup kita.

Dalam maulid kita tidak sedang membikin sebuah upacara, tapi perenungan dan pengisian batin agar tokoh sejarah tidak menjadi fiktif dalam diri kita, tapi betul-betul secara kongkrit tertanam, mengakar, menggerakkan detak-detak jantung dan aliran darah ini. Arti Maulid Nabi Kata Maulidd berasal dari bahasa Arab yang beratrtilahir, peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw merupakan suatu tradisi yang berkembang setelah Nabi SAW wafat, dengan di peringatinya Maulid Nabi Saw ini yang merupakan suatu wujud ungkapan rasa syukur dan kegembiraan serta penghormatan kepada sang utusan Allah karena berkat jasa beliau ajaran agama islam sampai kepada kita Selain sebagai ekspresi rasa syukur atas kelahiran Rasulullah SAW., substansi dari peringatan Maulid Nabi adalah mengukuhkan komitmen loyalistas pada beliau. Setidaknya, ini terwujud dengan beberapa hikmah,
Hikmah Perayaan Maulid Nabi

1. Peringatan Maulid Nabi SAW mendorong orang untuk membaca shalawat, dan shalawat itu diperintahkan oleh Allah Ta’ala, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam sejahtera kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56).

2. Peringatan Maulid Nabi SAW adalah ungkapan kegembiraan dan kesenangan dengan beliau. Bahkan orang kafir saja mendapatkan manfaat dengan kegembiraan itu (Ketika Tsuwaibah, budak perempuan Abu Lahab, paman Nabi, menyampaikan berita gembira tentang kelahiran sang Cahaya Alam Semesta itu, Abu Lahab pun memerdekakannya. Sebagai tanda suka cita. Dan karena kegembiraannya, kelak di alam baqa’ siksa atas dirinya diringankan setiap hari Senin tiba). Demikianlah rahmat Allah terhadap siapa pun yang bergembira atas kelahiran Nabi, termasuk juga terhadap orang kafir sekalipun. Maka jika kepada seorang yang kafir pun Allah merahmati karena kegembiraannya atas kelahiran sang Nabi, apalagi anugerah Allah bagi umatnya yang beriman dan bertakwa.

3. Meneguhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW. Bagi seorang mukmin, kecintaan terhadap Rasulullah SAW. adalah sebuah keniscayaan, sebagai konsekuensi dari keimanan. Kecintaan pada utusan Allah ini harus berada di atas segalanya, melebihi kecintaan pada anak dan isteri, kecintaan terhadap harta, kedudukannya, bahkan kecintaannya terhadap dirinya sendiri. Rasulullah bersabda, “Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orangtua dan anaknya. (HR. Bukhari).”

4. Meneladani perilaku dan perbuatan mulia Rasulullah SAW. dalam setiap gerak kehidupan kita. Allah SWT. bersabda : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab: 21)” Kita tanamkan keteladanan Rasul ini dalam keseharian kita, mulai hal terkecil, hingga paling besar, mulai kehidupan duniawi, hingga urusan akhirat. Tanamkan pula keteladanan terhadap Rasul ini pada putra-putri kita, melalui kisah-kisah sebelum tidur misalnya. Sehingga mereka tidak menjadi pemuja dan pengidola figur publik berakhlak rusak yang mereka tonton melalui acara televisi.

5. Melestarikan ajaran dan misi perjuangan Rasulullah, dan juga para Nabi. Sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhir, Rasul meninggalkan pesan pada umat yang amat dicintainya ini. Beliau bersabda : “Aku tinggalkan pada kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat dengannya, yakni Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya sallallahu alaihi wa sallam” (HR. Malik)

Fadilah Perayaan Maulid Nabi Menurut fatwa seorang Ulama besar : Asy-Syekh Al Hafidz As-Suyuthi menerangkan bahwa mengadakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad Saw, dengan cara mengumpulkan banyak orang, dan dibacakan ayat-ayat al-Quran dan diterangkan (diuraikan) sejarah kehidupan dan perjuangan Nabi sejak kelahiran hingga wafatnya, dan diadakan pula sedekah berupa makanan dan hidangan lainnya adalah merupakan perbuatan Bid’ah hasanah (bid’ah yang baik), dan akan mendapatkan pahala bagi orang yang mengadakannya dan yang menghadirinya, sebab terdapat rincian beberapa ibadah yang dituntut oleh stara’ serta sebagai wujud kegembiraan, kecintaan atau mahabbah kapada Rosullullah saw.

Seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw : مَنْ أَحَبَّنِى كَانَ مَعِيْ فِي الْجَنـَّةِ 
 “Barang siapa yang senang, gembira, dan cinta kepada saya maka akan berkumpul bersama dengan saya masuk surga”.

Dalam sebuah hadits dikatakan : مَنْ عَظَّمَ مَوْلِدِىْ كُنْتُ شَفِيْعًا لَهُ يَـوْمَ الْقِيَا مَةِ. وَمَنْ أَنْفَقَ دِرْهَمًا فِى مَوْلِدِى فَكَأَ نَّمَا اَنْفَقَ جَبَلاً مِنْ ذَ هَبٍ فِى سَبِيْلِ اللهِ
 “Barang siapa yang memulyakan / memperingati hari kelahiranku maka aku akan memberinya syafa’at pada hari kiamat. Dan barang siapa memberikan infaq satu dirham untuk memperingati kelahiranku, maka akan diberi pahala seperti memberikan infaq emas sebesar gunung fi sabilillah.

Sahabat Abu Bakar Ash-Shidiq berkata : مَنْ أَنْفَقَ دِرْ هَماً فِى مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ رَفِيْقِيْ فِى الْجَنَّةِ “Barang siapa yang memberikan infaq satu dirham untuk memperingati kelahiran Nabi Saw : akan menjadi temanku masuk surga”.

Sahabat Umar Bin Khoththob berkata : مَنْ عَظَّمَ مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَدْ أَحْيَا اْلإِسْلاَمَ
“Barang siapa yang memuliakan / memperingati kelahiran Nabi Saw, berarti telah menghidupkan Islam”.

Sahabat Ali Bin Abi Tholib berkata : مَنْ عَظَّمَ مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْياَ اِلاَّ بِاْلإِ يْمَانِ
 “Barang siapa yang memuliakan / memperingati kelahiran Nabi Saw, apabila pergi meninggalkan dunia pergi dengan membawa iman”.

Melihat besarnya pahala tersebut maka banyaklah kaum muslimn muslimat yang selalu melahirkan rasa cintanya kepada Nabi dan mengagungkan hari kelahiran Nabi dengan cara-cara yang terpuji seperti pada tiap-tiap malam Senin atau malam Jum’at mengadakan jama’ah membaca kitab Al- Barzanji, sholawat maulud, dan ada pula yang menyediakan tabungan yang berwujud uang hasil tanaman atau sebagian gajinya untuk kepentingan memperingati kelahiran Nabi Saw.
Read More »

PENERIMAAN SISWA BARU

Yayasan Pendidikan Dan Sosial Pondok Pesantren Menerima Pendaftaran Siswa Baru Mulai Pertengahan Mei 2016, Untuk Tahun Ajaran 2016-2017 Jenjang Pendidikan : SMP Berbasis Pesantren Hidayatus Saalikin, Madrasah Aliyah Juga Umum ( SMK-SMA) Dengan ketentuan mentaati dan patuh pada tata tertib Pondok Pesantren...... BACA SELENGKAPNYA