Tampilkan postingan dengan label BERITA PENDIDIKAN DI KALIMANTAN TENGAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA PENDIDIKAN DI KALIMANTAN TENGAH. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juli 2016

Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru

1
Download Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa/Peserta Didik baru SD/SMP/SMA/SMK_(1) Sekolah adalah satuan pendidikan formal yang diselenggarakan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat dalam bentuk sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, sekolah pada jalur pendidikan khusus, termasuk satuan pendidikan kerja sama. (2) Pengenalan lingkungan sekolah adalah kegiatan pertama masuk Sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur Sekolah. (3) Menteri adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (4) Kementerian adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Demikian bunyi permendikbud nomor delapan belas tahun 2016 tentang pengenalan lingkungan sekolah. Adapun untuk pasal 2 sampai dengan 12 adalah sebagai berikut:

 Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru


 Pasal 2
(1) Pada awal tahun pelajaran, perlu dilakukan pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru.

(2) Pengenalan lingkungan sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk:

  • a. mengenali potensi diri siswa baru;
  • b. membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah;
  • c. menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru;
  • d. mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya;
  • e. menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.
(3) Pengenalan lingkungan sekolah meliputi:
  • a. kegiatan wajib; dan
  • b. kegiatan pilihan.
(4) Kegiatan wajib dan kegiatan pilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan sesuai dengan silabus pengenalan lingkungan sekolah sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

(5) Sekolah dapat memilih salah satu atau lebih materi kegiatan pilihan pengenalan lingkungan atau melakukan kegiatan pilihan lainnya yang disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik lingkungan sekolah.

(6) Sekolah melakukan pendataan tentang keadaan diri dan sosial siswa melalui formulir pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru yang diisi oleh orang tua/wali siswa yang minimal memuat:
  • a. profil siswa yang terdiri dari identitas siswa, riwayat kesehatan, potensi/bakat siswa, serta sifat/perilaku siswa; dan
  • b. profil orangtua/wali.
(7) Contoh formulir pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru sebagaimana dimaksud pada ayat (6) tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 3
(1) Pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran.

(2) Pengenalan lingkungan sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan hanya pada hari sekolah dan jam pelajaran.

(3) Pengecualian terhadap jangka waktu pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan kepada sekolah berasrama dengan terlebih dahulu melaporkan kepada dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya disertai dengan rincian kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.

Pasal 4
(1) Kepala sekolah bertanggung jawab penuh atas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pengenalan lingkungan sekolah.

(2) Perencanaan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah disampaikan oleh sekolah kepada orang tua/wali pada saat lapor diri sebagai siswa baru.

(3) Pengenalan lingkungan sekolah wajib berisi kegiatan yang bermanfaat, bersifat edukatif, kreatif, dan menyenangkan.

(4) Evaluasi atas pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah wajib disampaikan kepada orang tua/wali baik secara tertulis maupun melalui pertemuan paling lama 7 (tujuh) hari kerja setelah pengenalan lingkungan sekolah berakhir.

Pasal 5
(1) Pengenalan lingkungan sekolah dilakukan dengan memperhatikan hal sebagai berikut:
  • a. perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan hanya menjadi hak guru; 
  • b. dilarang melibatkan siswa senior (kakak kelas) dan/atau alumni sebagai penyelenggara; 
  • c. dilakukan di lingkungan sekolah kecuali sekolah tidak memiliki fasilitas yang memadai; i. dilarang melakukan pungutan biaya maupun bentuk pungutan lainnya. 
  • d. wajib melakukan kegiatan yang bersifat edukatif; 
  • e. dilarang bersifat perpeloncoan atau tindak kekerasan lainnya; 
  • f. wajib menggunakan seragam dan atribut resmi dari sekolah; 
  • g. dilarang memberikan tugas kepada siswa baru berupa kegiatan maupun penggunaan atribut yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran siswa; h. dapat melibatkan tenaga kependidikan yang relevan dengan materi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah; dan
(2) Contoh dari kegiatan dan atribut yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran siswa dan dilarang digunakan dalam pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

(3) Penyelenggaraan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah oleh guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pada sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan sekolah menengah kejuruan, dapat dibantu oleh siswa apabila terdapat keterbatasan jumlah guru dan/atau untuk efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah dengan syarat sebagai berikut:
  • a. siswa merupakan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan/atau Majelis Perwakilan Kelas (MPK) dengan jumlah paling banyak 2 (dua) orang per rombongan belajar/kelas; dan 
  • b. siswa tidak memiliki kecenderungan sifat-sifat buruk dan/atau riwayat sebagai pelaku tindak kekerasan.
(4) Dalam hal sekolah belum memiliki pengurus OSIS dan/atau MPK sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a, sekolah dapat dibantu oleh siswa dengan syarat sebagai berikut:
  • a. siswa tidak memiliki kecenderungan sifat buruk dan riwayat sebagai pelaku tindak kekerasan; dan 
  • b. memiliki prestasi akademik dan nonakademik yang baik dibuktikan dengan nilai rapor dan penghargaan nonakademik atau memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang dibuktikan dengan keikutsertaan dalam berbagai kegiatan positif di dalam dan di luar sekolah.
Pasal 6 
(1) Dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya wajib mengawasi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.

(2) Apabila dalam pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah terjadi pelanggaran, dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai kewenangannya wajib menghentikan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.

Pasal 7
(1) Pemberian sanksi atas pelanggaran terhadap Peraturan Menteri ini adalah sebagai berikut:

a. sekolah memberikan sanksi kepada siswa dalam rangka pembinaan berupa:
1) teguran tertulis; dan
2) tindakan lain yang bersifat edukatif.

b. kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota atau pengurus yayasan sesuai kewenangannya memberikan sanksi kepada kepala/wakil kepala sekolah/guru berupa:
1) teguran tertulis;
2) penundaan atau pengurangan hak;
3) pembebasan tugas; dan/atau
4) pemberhentian sementara/tetap dari jabatan.

c. kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai kewenangannya memberikan sanksi kepada sekolah berupa:
1) pemberhentian bantuan dari pemerintah daerah; dan/atau
2) penutupan sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat.

d. Menteri atau pejabat yang ditunjuk memberikan sanksi kepada sekolah berupa:
1) rekomendasi penurunan level akreditasi;
2) pemberhentian bantuan dari pemerintah; dan/atau
3) rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah tegas berupa penggabungan, relokasi, atau penutupan sekolah dalam hal terjadinya pelanggaran yang berulang.

(2) Apabila terjadi perpeloncoan maupun kekerasan lainnya dalam pengenalan lingkungan sekolah maka pemberian sanksi mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan pada Satuan Pendidikan dan peraturan perundang-undangan lainnya.

Pasal 8
(1) Pemberian sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(2) Jenis sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 tidak menghapus jenis sanksi lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Pasal 9
(1) Sekolah wajib meminta izin secara tertulis dan mendapatkan izin secara tertulis dari orangtua/wali calon peserta kegiatan pengenalan anggota baru ekstrakurikuler.

(2) Sekolah wajib menyertakan rincian kegiatan pengenalan anggota baru ekstrakurikuler pada saat meminta izin secara tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada orangtua/wali.

(3) Sekolah wajib menugaskan paling sedikit 2 (dua) orang guru untuk mendampingi kegiatan pengenalan anggota baru ekstrakurikuler.

(4) Apabila terdapat potensi risiko bagi siswa baru dalam pengenalan anggota baru pada kegiatan ekstrakurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sekolah wajib membuat pemetaan dan penanganan risiko serta memberitahukan kepada orangtua/wali untuk mendapat persetujuan.

(5) Ketentuan sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 berlaku juga untuk pengenalan anggota baru pada kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa baru yang bertentangan dengan Peraturan Menteri ini

Pasal 10
(1) Siswa, orangtua/wali, dan masyarakat dapat melaporkan dugaan pelanggaran atas Peraturan Menteri ini kepada Dinas Pendidikan setempat atau Kementerian melalui laman
http://sekolahaman.kemdikbud.go.id, telepon ke 021-57903020, 021-5703303, faksimile ke 021-5733125, email ke laporkekerasan@kemdikbud.go.id atau layanan pesan singkat (SMS) ke 0811976929.

(2) Sekolah tidak dapat menuntut secara hukum atau memberikan sanksi dalam bentuk apapun kepada siswa, orangtua/wali, dan masyarakat yang melaporkan pelanggaran sebagaimana dimaksud ayat (1) kecuali laporan tersebut terbukti tidak benar.

Pasal 11
Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 55 Tahun 2014 tentang Masa Orientasi Siswa Baru di Sekolah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 12
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Selengkapnya, silakan Download Permendikbud No. 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru.

Demikian Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Peserta Didik Baru.
Read More »

Sabtu, 07 Mei 2016

PESAN MENDIKBUD PADA HARDIKNAS 02 MEI 2016

0

Setiap Tahun pada tanggal 02 Mei Bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sejarahnya sendiri, makna dan pemikiran pemikiran lainnya banyak sekali ditulis oleh mereka yang memang mau berbagi, baik itu di media offline, maupun online.
 Dan memang jika kita kaji bersama makna dari hari pendidikan tersebut sangatlah luas, pada peringatan HARDIKNAS 02 Mei 2016 tahun ini Mendikbud Anis Bawesdan menyampaikan pidatonya berikut kutipannya;

Menjelang Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kantor Kemendikbud, Senayan Jakarta, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Bapak Anies Baswedan menyampaikan pesan kepada para pelajar. Beliau menuturkan : "Pendidikan di Indonesia mari kita syukuri perkembangannya, kita perbaiki kekurangannya. Saya mengajak sapalah pendidikmu, sapalah gurumu, ucapkan terima kasih,". "Sering kali kita lupa mensyukuri maka mari bersama kita syukuri. Dengan kita berkumpul di sini, ini satu bukti keberhasilan pendidikan kita," demikian lanjut Beliau. Mendikbud mengajak semua pihak untuk tidak memandang sebelah mata kemajuan pendidikan Indonesia, bahwa banyak pelajar hingga pendidik yang terkadang lupa bahwa sistem pendidikan Indonesia terus berkembang.

Walaupun harus diakui bahwasannya masih ada kekurangan dan masih banyak hal yang harus di benahi, mulai dari mutu pendidikan hingga system pengajaran. Dikatakan, "Kita harus akui kita juga ada kekurangan. Pertama akses, kita butuh lebih banyak lagi sekolah menengah atas karena banyak putus sekolah di situ,". Mutu sekolah dan tenaga pendidik di Indonesia juga dinilai perlu untuk ditingkatkan. "Kalau gurunya baik, anaknya juga pasti akan jadi baik” demikian pungkas beliau. (Andik Purwanto/Herman Setiawan/Jaka Sutrisno)
Read More »

Selasa, 15 Maret 2016

POS UJIAN NASIONAL ( UN ) TAHUN AJARAN 2015-2016

0
Pertengahan April dan awal mei 2016 para siswa di SMA maupun SMP akan mengadakan Ujian Nasional. Namun ternyata sampai bulan Maret ini POS UN yang digunakan sebagai acuan untuk kegiatan Ujian Nasional belum juga keluar.
Namun, sudah ada draft POS UN dari BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan)
yang bisa digunakan sebagai referensi. Namun karena belum selesai dan belum disahkan, sehingga masih belum bisa dijadikan acuan secara resmi tentang pelaksanaan UN (Ujian Nasional) baik di tingkat SMP maupun SMA.
Bagi yang ingin melihat draft POS UN  dan Paparan dari Mendikbud tentang POS UN ini sebagai bahan acuan persiapan UN 2016

Read More »

PREDIKSI SOAL SOAL UJIAN NASIONAL SMP TP 2015-2016

0
Banyak yang memprediksi kemungkinan besar kisi-kisi dan muatan soal dari DKI Jakarta akan keluar dalam Ujian Nasional 2016 ini, di sini saya akan share MAPEL yang di UN kan berdasarkan Uji Coba Ujian Nasional 2016 (TP 2015 - 2016 ) dari DKI Jakarta, yang bisa dijadikan barometer atau prediksi soal soal yang akan keluar nantinya pada UN 2016.

Soal Dan kunci jawaban, terdiri dari 2 Tahap Uji Coba Ujian Nasional Provinsi DKI Jakarta yaitu Tahap I dan II.
Materi - materi ini tentunya bisa dijadikan bahan referensi untuk berlatih, wlaupun pada tahun tahun sebelumnya banyak sekali materi yang keluar dalam UN seperti kisi kisi dan muatan soal soal UCUN Provinsi DKI Jakarta.
Semoga Berguna bagi siswa siswa dan Ibu/Bapak guru sekalian




Bahasa Indonesia




B. Inggris



IPA


Kunci Jawaban Paket A dan B

UCUN DKI JAKARTA PAKET 2

 Pelaksanaan Uji Coba Ujian Nasional (UCUN)Tahap 2, akan di gelar  mulai hari Senin, 22 februari 2016 hingga Kamis, 25 februari 2016.Untuk mengantisipasi adanya kebocoran soal, maka kepada Panitia Kecamatan, bahwa soal diambil setiap hari ke masing-masing Pos Wilayah.


UCUN TAHAP II


1.  BAHASA INDONESIA
.....a.  Paket A  ( Download )
.....b.  Paket B  ( Download )
.....c.  Kunci Jawaban  ( Download )

2. Matematika
    .a.  Paket A  ( Download )
.....b.  Paket B  ( Download )
.....c.  Kunci Jawaban  ( Download )

3.  BAHASA INGGRIS
.....a.  Paket A  ( Download )
.....b.  Paket B  ( Download )
.....c.  Kunci Jawaban  ( Download )

4.  IPA
.....a.  Paket A  ( Download )
.....b.  Paket B  ( Download )
.....c.  Kunci Jawaban  ( Download ) 
Semoga Berkah dan bisa dijadikan pedoman serta bahan berlatih peserta didik khsususnya untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri mereka disertai bimbingan guru dalam menghadapi UN 2016 ini..amiinnn
Read More »

Jumat, 29 Januari 2016

LOMBA PEKAN HMPH KE VI DI PEMBUANG HULU HANAU

1
Himpunan Mahasiswa Hanau mengadakan berbagai lomba dalam perayaanya yang ke VI, tahun 2016 ini, dari mulai Pidato Bahasa Inggris, Puisi, Tari Daerah dan sebagainya.

Kegiatan Positif ini akan sangat berguna sekali untuk menjalin persahabatan bukan hanya ajang kompetisi, namun mencari generasi generasi unggulan, yang nantinya akan menjadi generasi generasi yang diharapkan bisa membangun Daerah Pembuang Hulu Hanau khususnya dan dapat berprestasi dalam kancah Provinsi atau Nasional.

Tema yang di usung adalah "Membangun Generasi untuk Indonesia yang Lebih baik". Alhamdulilah pada tahun ini Pontren Hidayatus Saalikin bisa ikut berpastisipasi dalam kegiatan tersebut, beserta sekolah sekolah lainnya dari mulai SMPN 1 Hanau, MTs N Hanau, SMK Miftahus Salam dan lain lainnya.

Kegiatan kegiatan positif seperti ini semoga bisa terus berjalan, dan tentunya tidak hanya datang dari HMPH saja, namun diharapkan datang dari instansi - instasi  atau organisasi-organisasi lain guna memicu kearah pembangunan mutu generasi muda di Pembuang Hulu, Kecamatan Hanau  ini sebagai pemegang tongkat estafet pembangunan, serta lahirnya insan insan muda bermutu tinggi yang akan jadi kebanggaan Pembuang Hulu Kecamatan Hanau Seruyan Kalimantan Tengah khususnya.

Sukses terus HMPH, dan majulah Pembuang Hulu Hanau khususnya amiinn..
Read More »

Kamis, 07 Januari 2016

PERAN TEKHNOLOGY INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM DUNIA PENDIDIKAN

0

TUNTUTAN yang memang mau tidak mau akan dihadapi oleh dunia pendidikan adalah perkembangan jaman dimana Tekhnologi informasi komunikasi akan terus menerus UP TO DATE, generasi kedepan akan sangat dituntut untuk menguasia bidang bidang tersebut dan terbiasa menggunakan fasilitas fsilitas tersebut yang nantinya akan menjadi media pembelajaran.

Peran serta dari guru TIK pun akan diminta porsi yang lebih untuk mendidik dan mengarahkan peserta didik pada tuntutan tuntutan tersebut, misalnya saja sekarang UN ( Ujian Nasional ) yang telah mulai dijalankan secara Online. Keterbatasan sarana bukan menjadi alasan "skeptis lagi" karena janji Pemerintah yang akan memfasilitasi secara berkala termasuk ke daerah daerah dan pelosok. Siswapun akan dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif menyikapi perkembangan era yang laju demikian cepat.

Mengikuti dan mengerti technology bukan hal tabu, bukankah keutamaan orang yang beriman dan berilmu akan diangkat derajatnya oleh Alloh SWT..? dan akan lebih indah lagi jika santri bisa tumbuh dan  berkiprah aktif untuk membangun dirinya, keluarganya serta agama dan negaranya, sehingga jadi santri yang bisa dibanggakan sebagai generasi generasi Islam unggulan serta mereka bangga akan kesantriannya.

Baik peran serta guru, khususnya guru TIK yang diminta terus untuk mengikuti perkembangan Technology dan Informasi, kemauan siswapun merupakan unsur timbal balik yang akan saling menopang dalam mengikuti alur kemajuan dunia tecnology dan informasi, "penari yang baik adalah mereka yang bisa mengikuti irama gendang".
 

A. Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi


Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah berbagai aspek yang melibatkan teknologi, rekayasa dan teknik pengelolaan yang digunakan dalam pengendalian dan pemrosesan informasi serta penggunaanya, komputer dan hubungan mesin (komputer) dan manusia, dan hal yang berkaitan dengan sosial, ekonomi dan kebudayaan [British Advisory Council for applied Research and Development : Report on Information Technology; H.M. Stationery Office, 1980].

Definisi lain tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi yaitu suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memroses, mendapatkan,menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara unntuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digynakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan juga merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Maka definisi Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan dapat berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan.

B. Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Bidang Pendidikan

Di dunia pendidikan, banyak sekali lembaga pendidikan yang telah berhasil mengembangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam mendukung proses pembelajarannya. Dunia saat ini sedang memasuki era yang ditandai dengan gencarnya inovasi teknologi dan peluang ekonomi ynag belum pernah terbayangkan sebelumnya. Perubahan-perubahan besar terjadi dalam bidang teknologi, ppolitik, sosial dan ekonomi. Segala perubahan ini telah menyebabkan terjadinya pergeseran dalam berbagai bidang yang antara lain adalah :
a. Masyarakat industri ke masyarakat informasi (kita masih berkutat dari masyarakat agraris ke masyarakat industri)
b. Teknologi yang dipaksakan ke teknologi tinggi
c. Ekonomi nasional ke perekonomian dunia
d. Kebutuhan jangka pendek ke jangka panjang
 e. Sistem sentralisasi ke sistem desentralisasi
 f. Bantuan ke lembaga berpindah ke swakarsa
g. Dari pola hirarchi ke jaringan kerja (networking)
h. Dari pilihan terbatas ke banyak pilihan

Menurut Budi Sutedjo (Eti Rpchaety, 2005), gelombang teknologi dan informasi berkembang melalui beberapa tahapan sebagai berikut :

a. Gelombang pertama, Pemanfaatan TIK difokuskan untuk peningkatan produktivitas dan memperkecil biaya
 b. Gelombang kedua, TIK difokuskan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan komputer melalui pembangunan jaringan komputer
c. Gelombang ketiga, TIK difokuskan untuk menghasilkan keuntungan lewat pembangunan program sistem informasi
d. Gelombang keempat, TIK difokuskan untuk membantu proses pengmabilan keputusan dari data kualitatif

e. Gelombang kelima, TIK difokuskan untuk meraih pelanggan (konsumen) melalui pengembangan jaringan internet
  f. Gelombang keenam, TIK yaitu mengembangkan sistem jaringan tanpa kabel (wireless).

 Teknologi Informasi berbasis pada disiplin ilmu-ilmu Informatika, Teknik Komputer dan Manajemen Informatika ynag semuanya terikat dalam Komputasi. Komputasi berarti pekerjaan ynag berkaitan dengan aktivitas : hitung menghitung proses pengolahan, penyimpanan dan penyampaian informasi, akibatnya tiap jaringan komunikasi beralih menjadi sentral informasi dan bukan komputernya lagi. Pemanfaatan ynag dulunya sangat terbatas, kini telah memasuki kedalam katagori strategis, pengaruhnya pada kelangsungan usaha taidak dapat dipungkiri lagi (PUSTEKKOM, 2006).

 Teknologi Informasi dari masa ke masa selalu mengalami perkembangan yang pesat. Kemajuan ynag pesat dalam bidang elektronika menyebabkan kemampuan komputer maju pesat dan cepat usang mengikuti Hukum Moore (Vide;Bill Gates 1995 dalam PUSTEKKOM) dimana :
a. Kemampuan chip komputer akan menjadi dua kali lipat setiap tahunnya
b. Perangkat lunak semakin canggih c. Batas maya (virtual) tidak akan pernah tercapai. Dalam dunia pendidikan, keberadaan sistem informasi dan komunikasi merupaka salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas pendidikan. Dalam sebuah lembaga pendidikan harus memiliki komponen-komponen yang diperlukan untuk menjalankan operasional pendidikan, seperti siswa, sarana dan prasarana, struktur organisasi, proses, sumber daya manusia (tenaga pendidik), dan biaya operasi. Sedangkan sistem komunikasi dan informasi terdiri dari komponen-komponen pendukung lembaga pendidikan untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan puhak pengmabil keputusan saat melakukan aktivitas pendidikan (PUSTEKKOM,2006). ·

Peran-peran TIK dalam dunia pendidikan :
a. TIK sebagai keterampilan (skill) dan kompetensi
 b. TIK sebagai infrastruktur pendidikan
 c. TIK sebagai sumber bahan ajar
d. TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pendidikan
 e. TIK sebagai sistem pendukung keputusan

C. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Bidang Pendidikan

 Pesatnya kemajuan teknologi yang merambah setiap lini dan sektor kehidupan masyarakat, telah menjadikan semua persoalan dapat ditangani secara mudah dan cepat, melalui sistem yang berbasiskan teknologi. Dalam konteks pendidikan, akhir-akhir telah banyak diperkenalkan model pembelajaran berbasis teknologi dengan berbagai macam istilah yang digunakan, seperti: Computer Assisted Intsruction (CAI), Computer Based Education (CBE), ICT, Computer Based Training (CBT), Computer Based Instruction (CBI), Distance Learning, Distance Education, Cybernetic Learning Environment (CLE), Desktop Video Conferencing, Integrated Learning System (ILS), Learner-Cemterted Classroom (LCC), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dan sebagainya. Semua istilah tersebut pada intinya sama, yakni mengacu kepada sistem pembelajaran yang mengandalkan pemanfaatan teknologi.

  Pemanfaatan teknologi infomasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan telah dilakukan di negara-negara maju. di Amerika Serikat, misalnya, pemanfaatan komputer dan jaringan komputer telah dilakukan sejak tahun 1980-an. setiap siswa mempunyai kesempatan untuk mengakses bahan-bahan pelajaran yang disajikan dalam bentuk interaktif melalui jaringan komputer. pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi ini ternyata berhasil meningkatkan hasil ujian, penurunan tingkat putus sekolah, dan penurunan tingkat ketidak hadiran di kelas. di indonesia pemanfaatan internet sebagai sarana pendidikan masih sangat minim. untuk tingkat perguruan tinggi saja, hanya beberapa perguruan tinggi yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, dan itu pun belum maksimal. masih banyak aplikasi-aplikasi di internet yang belum digunakan untuk mendukung kegiatan penididikan yang dilakukan. untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi jauh lebih minim lagi. Ada banyak bentuk pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan yang dapat dilakukan, antara lain sebagai berikut :

1) Pembelajaran Berbasis Komputer

 Saat ini komputer sudah bukan lagi menjadi barang langka, bahkan semua urusan di dalam kehidupan manusia, dari mulai urusan perkantoran hingga urusan pribadi, saat ini tidak bisa lepas dari penggunaan perangkat komputer dengan fasilitas-fasilitas yang ada di dalamnya. Tak terkecuali di dalam dunia pendidikan. Oleh karenanya, untuk memanfaatkan teknologi komputer tersebut, dalam konteks pembelajaran, saat ini telah mulai banyak ditawarkan berbagai macam software yang berisi muatan-muatan mata pelajaran, yang salah satunya dikenal dengan istilah "Computer Assisted Intsruction (CAI)" atau “Pembelajaran dengan Bantuan (Media) Komputer”. Istilah-istilah lainnya adalah: Computer Assisted Intsruction (CAI), Computer Based Education (CBE), ICT, Computer Based Training (CBT), Computer Based Instruction (CBI).

Di dalam dunia pendidikan, komputer bisa dirancang dan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang terintegrasi dengan paket-paket pembelajaran. Hal ini mengingat beberapa kelebihan yang dimiliki komputer, antara lain:

1) Dapat menyimpan data dalam jumlah besar,

 2) Menghitung dengan cepat dan tepat,

 3) Melakukan pekerjaan berulang-ulang kali,

 4) Menampilkan bentuk grafik, bagan, gambar yang dipandu dengan data numerik, atau dengan proses logika, dan sebagainya, dan

 5) Menampilkan kembali data, informasi yang telah direkam sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pendidik. Melihat berbagai tantangan dan tuntutan pembelajaran pada saat sekarang, jelas bahwa teknologi kumputer dapat dirancang dan dimanfaatkan di dalam aktifitas pembelajaran. Pendekatan pembelajaran melalui teknologi komputer ini dapat berbentuk antara lain:

 a) Bentuk belajar model, yaitu peserta didik dapat belajar melalui latihan-latihan yang diulang-ulang sehingga peserta didik dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilan tertentu, misalnya untuk pelajaran praktikum dan ketrampilan,

b) Bentuk belajar simulasi, yaitu bentuk belajar peniruan kenyataan yang diabstraksikan dan dapat dilihat secara nyata melalui layar monitor, misalnya pada sesi permainan olah raga dan ketrampilan,

 c) Bentuk belajar permainan, dimana peserta didik dilibatkan dalam operasi mental dalam bentuk permainan, misalnya pelajaran olah raga permainan, sosio-drama, sosiologi,

d) Bentuk pembelajaran tutorial, yaitu bentuk belajar yang diberikan dengan sistem modul, dalam hal ini komputer akan menampilkan informasi-informasi yang perlu diketahui dan dipahami serta direspon oleh peserta didik,

 e) Bentuk pembelajaran jenis tes, dalam hal ini peserta didik menyampaikan permasalahan yang sudah dikuasai dan belum dikuasai, sehingga ada umpan balik dalam rangka memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya.

 2) Berbagi hasil penelitian, teknologi informasi dan komunikasi, dalam hal ini khususnya internet, telah banyak digunakan sebagai sumber informasi untuk menunjang pendidikan. internet telah dimanfaatkan untuk berbagi hasil-hasil penelitian yang dilakukan di belahan dunia berbeda. hal ini menyebabkan hasil penelitian yang dilakukan oleh seseorang dapat dimanfaatkan oleh orang lain. saling berbagi hasil penelitian juga mencegah terjadinya penelitian serupa yang berulang. 

3) Konsultasi dengan pakar internet, juga banyak dimanfaatkan untuk berkonsultasi dengan pakar-pakar yang berbeda di tempat lain. hal ini menyebabkan ruang dan jarak bukan lagi menjadi masalah. seorang siswa di pulau kalimantan yang sedang melakukan penelitian dapat berkonsultasi dengan seorang dosen yang ada di pulau jawa. hal ini dapat dilakukan dengan pemanfaatan layanan e-mail, cahatting, ataupun mailing list di internet. <

 4) Perpustakaan online adalah perpustakaan dalam bentuk digital yang ditempatkan di internet. perpustakaan online memungkinkan seorang pelajar atau mahasiswa dapat mengakses ke sumber-sumber ilmu pengetahuan dengan cara mudah tanpa harus dibatasi dengan jarak dan waktu.perpustakaan online memungkinkan mahasiswa UPI dapat mengakses perpustakaan milik ITB. 

5) Diskusi online adalah diskusi yang dilakukan di internet. aplikasi diskusi online memungkinkan para pelajar dapat saling bertukar fikiran tanpa harus berkumpul disuatu tempat.

6) Kelas online, aplikasi kelas online dapat digunakan bagi lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh, seperti Universitas Terbuka dan sekolah-sekolah terbuka. materi-materi pelajara dibuat interaktif dan menarik sehingga kualitas belajar di kelas online tidak kalah dengan kualitas belajar di kelas biasa. Keuntungan yang diperoleh oleh para siswa didik dari pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan antara lain:

 1. Dapat mengakses informasi-informasi hasil penelitian orang lain,

2. Akses ke sumber pengetahuan dapat dilakukan dengan lebih mudah
 3. Akses ke para ahli menjadi lebih mudah karena tidak dibatasi oleh jarak dan waktu
 4. Materi-materi pelajaran disampaikan interaktif dan menarik
5. Melalui belajar jarak jauh, kendala biaya dan waktu yang mungkin tidak dapat dihindari dengan pendidikan biasa, dapat diatasi dengan mengikuti kelas online.

 selain pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi oleh lembaga pendidikan formal, teknologi informasi dan komunikasi juga telah banyak dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga pendidikan informal sebagai sarana untuk pembelajaran.Beberapa situs di internet telah menyediakan bahan-bahan pelajaran yang diberikan secara gratis. Beberapa situs pendidikan yang dapat kita manfaatkan antara lain : situs ilmu komputer (www.ilmukomputer.com) yang memuat bahan-bahan pelajaran khusus bidang teknologi informasi dan komunikasi, situs jaringan pendidikan (www.pendidikan.net), dan lain sebagainya

* Contoh Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Bidang Pendidikan

 Definisi TIK bagi dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan. Namun hal Pemanfaatan IT ini di Indonesia baru memasuki tahap mempelajari berbagai kemungkinan pengembangan dan penerapan IT untuk pendidikan memasuki milenium ketiga ini khususnya untuk sekolah – sekolah konvensional umumnya belum tersentuh oleh teknologi dan komunikasi. Padahal penggunaan IT ini telah bukanlah suatu wacana yang asing di negeri yang sudah maju. Berikut ini ialah sampel-sampel dari luar negeri hasil revolusi dari sistem pendidikan yang berhasil memanfaatkan Teknologi Informasi untuk menunjang proses pembelajaran mereka:

 1. Sekolah Dasar (SD) River Oaks di Oaksville, Ontario, Kanada, merupakan contoh tentang apa yang bakal terjadi di sekolah. SD ini dibangun dengan visi khusus: sekolah harus bisa membuat murid memasuki era informasi instan dengan penuh keyakinan. Setiap murid di setiap kelas berkesempatan untuk berhubungan dengan seluruh jaringan komputer sekolah. CD-ROM adalah fakta tentang kehidupan. Sekolah ini bahkan tidak memiiki ensiklopedia dalam bentuk cetakan. Di seluruh perpustakaan, referensinya disimpan di dalam disket video interktif dan CD-ROM-bisa langsung diakses oleh siapa saja, dan dalam berbagai bentuk: sehingga gambar dan fakta bisa dikombinasikan sebelum dicetak;foto bisa digabungkan dengan informasi.

 2. SMU Lester B. Pearson di Kanada merupakan model lain dari era komputer ini. Sekolah ini memiliki 300 komputer untuk 1200 murid. Dan sekolah ini memiliki angka putus sekolah yang terendah di Kanada: 4% dibandingkan rata-rata nasional sebesar 30%. 3. Prestasi lebih spektakuler ditunjukkan oleh SMP Christopher Columbus di Union City, New Jersey. Di akhir 1980-an, nilai ujian sekolah ini begitu rendah, dan jumlah murid absen dan putus sekolah begitu tinggi hingga negara bagian memutuskan untuk mengambil alih. Lebih dari 99% murid berasal dari keluarga yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua.

Namun sekarang penerapan teknologi informasi sudah mulai banyak dipergunakan di instansi – pendidikan maupun sekolah- sekolah berstandar internasional di indonesia. Dan yang merupakan salah satu produk integrasi teknologi informasi ke dalam dunia pendidikan adalah e-learning atau elektronik learning. Saat ini e-Learning mulai mengambil perhatian banyak pihak, baik dari kalangan akademik, profesional, perusahaan maupun industri. Di institusi pendidikan tinggi misalnya, e-Learning telah membuka cakrawala baru dalam proses belajar mengajar. Sedangkan di lingkungan industri, e-Learning dinilai mampu membantu proses dalam meningkatkan kompetensi pegawai atau sumber daya manusia. Dari dunia akademis metode pembelajaran ini sudah mulai banyak diterapkan dan dikembangkan. Ambil contoh penerapan e-Learning di kampus ITB, IPB, UI, Unpad, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Malang, dan universitas lainnya baik negeri maupun swasta, seperti Universitas Bina Nusantara (Ubinus) Jakarta.

 Selain itu dalam hal penghematan waktu dan kecepatan penyajian informasi akibat penerapan teknologi informasi juga memberikan kesempatan kepada guru dan pengurus sekolah untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan pembinaan kepada siswa. Dengan demikian siswa akan merasa lebih dimanusiakan dalam upaya mengembangkan kepribadian dan pengetahuannya. Sebagai contoh yang paling utama adalah sistem penjadwalan yang harus dilakukan setiap awal semester. Biasanya membutuhkan waktu lama untuk menyusun penjadwalan, Dengan sistem informasi dani komunikasi dapat selesai dalam waktu singkat. Untuk mempermudah bagian administrasi kurikulum sekolah, sistem informasi dani komunikasi menyediakan fasilitas istimewa yang merupakan inti dari sistem kurikulum sekolah yaitu membantu dalam pembuatan penjadwalan mata pelajaran sekolah yang dapat diproses tidak lebih lama dari 10 menit. Administrator hanya akan memasukkan kondisi dari masing-masing guru yang akan mengajar baik itu dalam 1 minggu seorang guru dapat mengajar berapa jam, selain itu dapat juga melakukan pemesanan tempat dan penempatan hari libur masing-masing guru dalam 1 minggu masa mengajar. Setelah semua kondisi dimasukkan, sistem akan memproses semua data tersebut sehingga menghasilkan jadwal yang optimal dan dapat langsung dipakai karena sistem akan mendeteksi sehingga tidak akan ada jadwal yang bertumpukan satu dengan yang lainnya.

Setelah semua kondisi dimasukkan, sistem akan memproses semua data tersebut sehingga menghasilkan jadwal yang optimal dan dapat langsung dipakai karena sistem akan mendeteksi sehingga tidak akan ada jadwal yang bertumpukan satu dengan yang lainnya. Setelah permasalahan penjadwalan dapat ditangani dengan baik, hal yang tidak kalah pentingnya adalah memasukkan data siswa (penilaian siswa).

Program sistem informasi dani komunikasi telah menyediakan fasilitas untuk penanganan penilaian siswa yang secara langsung memasukkan nilai ke dalam raport dan siap dicetak. Untuk sistem penilaian siswa, yang dapat melakukan pengisian hanya Guru yang mengajar mata pelajaran. Sistem penilaian telah disesuaikan dengan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) sehingga masing-masing guru dapat memasukkan deskripsi narasi dari mata pelajaran. Untuk menampilkan data penilaian dapat disesuaikan kembali dengan kebijaksanaan dari masing-masing lembaga pendidikan apakah ingin menampilkan data nilai akhir siswa maupun menampilkan data nilai siswa setiap kali mengadakan test ataupun tugas tertentu.

Selain Modul untuk penjadwalan dan Modul Penilaian siswa, sistem informasi dani komunikasi juga memberikan fasilitas untuk bagian administrasi keuangan sekolah dalam hal pembayaran SPP siswa. Bagian administrasi dapat langsung mengecek siapa siswa yang mempunyai tunggakan SPP dan untuk detail histori pembayaran SPP dari masing-masing siswa dapat dicetak seperti mencetak buku tabungan di bank sehingga mempermudah pekerjaan pihak administrasi keuangan. Administrasi keuangan dapat langsung melakukan pengaturan data pembayaran masing-masing siswa sesuai dengan kebutuhan dan dapat diubah sewaktu-waktu apabila ada kenaikan pembayaran SPP. Apabila siswa tersebut akan melakukan pembayaran, petugas dapat langsung memasukkan data. Hal sama juga dapat dilakukan untuk Data pembayaran Sumbangan Sukarela dan Tabungan Karyawisata.

D. Kendala Pemanfaatan TIK dalam Dunia Pendidikan

Pada saat ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memegang peranan yang penting dalam berbagai bidang, termasuk dalam bidang pendidikan. Salah satu penerapan TIK dalam bidang pendidikan antara lain pemanfaatan sarana multimedia dan media Internet dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan sarana multimedia dalam proses pembelajaran diwujudkan melalui modul-modul pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik minat pembelajar, misalnya penggunaan flash, adanya penjelasan melalui media suara/ audio dan penambahan fitur-fitur yang dapat meningkatkan partisipasi aktif dari pembelajar. Sedangkan dengan pemanfaatan media Internet dalam proses pembelajaran diharapkan akan mempermudah pembelajar dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan, sehingga diharapkan pembelajar akan aktif mencari informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan. Namun pada kenyataannya, penerapan TIK dalam bidang pendidikan di Indonesia masih dalam tahap awal dan masih belum termanfaatkan secara maksimal. Kendala-kendala penerapan TIK di bidang pendidikan antara lain disebabkan oleh :

1. Belum meratanya infrastuktur yang mendukung penerapan TIK di bidang pendidikan merupakan permasalahan awal yang harus segera diselesaikan oleh pihak yang berwenang, karena tanpa adanya infrastruktur yang mendukung maka penerapan TIK di bidang pendidikan hanya akan menjadi impian semata. Infrastruktur merupakan komponen yang sangat penting yang berfungsi sebagai modal awal dan utama dalam penerapan TIK di bidang pendidikan. Pada saat ini, terdapat kecenderungan bahwa hanya daerah tertentu saja yang mendapatkan akses TIK. Hal ini dikarenakan masih banyak daerah yang bahkan untuk memilki akses telepon saja tidak ada, apalagi untuk akses terhadap Internet. Padahal sesungguhnya banyak sekali potensi sumber daya manusia unggul yang dimiliki oleh daerah tersebut. Jika hal ini terus berlangsung seperti ini maka dikhawatirkan bahwa potensi sumber daya manusia yang dimiliki daerah tersebut akan terbuang dengan percuma dan tidak dapat dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa Indonesia pada umumnya.

2. Kendala lainnya yang perlu diselesaikan adalah ketidaksiapaan sumber daya manusia untuk memanfaatkan TIK dalam proses pembelajaran. Ketidaksiapan ini dikarenakan pola kebiasaan pembelajaran yang masih belum menganggap penting peranan TIK dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Mereka cenderung sudah merasa puas akan materi yang telah diberikan oleh pengajar secara langsung, sehingga menyebabkan mereka tidak mau/ malas untuk mencari informasi tambahan yang ada di Internet walaupun sarana dan infrastruktur sudah mendukung dalam penerapan TIK. Terkadang kendala ini jauh lebih susah untuk dipecahkan daripada tidak adanya infrastruktur yang mendukung TIK, hal ini karena biasanya lebih susah untuk mengubah pola tingkah laku/ kebiasaan dari seseorang. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran dari setiap individu pembelajar untuk memanfaatkan dan menerapkan TIK dalam metode pembelajarannya.

Hambatan-hambatan pengintegrasian TIK dalam pembelajaran, dapat disimpulkan dengan dua kelompok, yaitu :
1. Secara Fisik

Secaca fisik dapat berupa sarana dan prasarana yang belum memadai terutama untuk sekolah-sekolah yang berlokasi di pelosok. kalaupun sudah ada sarana dan prasarana, tetapi masih sangat minim baik dari segi jumlah mauapun segi mutu peralatan tersebut.Masih digunakannya perangkat multimedia bekas di lembaga-lembaga pendidikan yang terdapat di daerah pedesaan. Perangkat multimedia bekas ini tentunya masih menggunakan spesifikasi yang sudah tertinggal jamannya. Sehingga penggunaannya tidak mampu bersaing dengan laju perkembangan TIK yang begitu pesat.


2. Secara Non-fisik
1. Kepercayaan diri guru kurang dalam menggunakan TIK dalam melaksanakan proses PBM. Guru takut gagal mengajar melalui penggunaan TIK yang saat ini sangat disarankan. Walaupun penggunaannya ICT dalam proses pembelajarn sangat disarankan oleh para ahli.

2. Kurangnya kompetensi guru Yang dimaksud disini adalah kurangnya kompetensi guru dalam mengintegrasikan TIK kedalam pedagogis praktek, yaitu tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan komputer dan tidak antusias tentang perubahan dan integrasi dengan belajar yang menggunakan computer dalam kelas mereka.

3. Sikap guru dan resistensi yang melekat terhadap perubahan. Sikap dan resistensi guru untuk mengubah tentang penggunaan strategi baru yaitu dengan integrasi TIK dalam PBM. Hal ini dimaksudkan dengan sikap guru bahwa penggunaan TIK dalam PBM tidak memiliki mamfaat atau keuntungan yang jelas. Dalam Era Teknologi, Informasi, dan Komonikasi (TIK) atau Information, Comunications, and Technology (ICT), pada saat ini ICT di kelas sangat penting untuk memberikan kesempatan bagi keberhasilan belajar siswa pada era tahun informasi saat ini. Dengan menggunakan ICT maka hambatan dalam pembelajaran dapat teratasi. Temuan menunjukkan bahwa guru memiliki keinginan yang kuat untuk mengintegrasikan TIK ke dalam pendidikan, tapi itu, mereka menemui banyak hambatan. Hambatan utama adalah :

a. Kurangnya confidence,/ kepercayaan.
b. Kurangnya kompetensi.
c. Kurangnya akses ke sumber daya.

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah menjadi bagian penting dari kebanyakan organisasi dan bisnis. Komputer mulai ditempatkan di sekolah-sekolah pada awal 1980 an, dan beberapa peneliti menunjukkan bahwa ICT merupakan bagian penting dari pendidikan untuk generasi berikutnya. Teknologi modern (ICT) banyak menawarkan di dunia pendidikan, yakni :
a. Meningkatkan pengajaran dan pembelajaran di kelas,
b. Pandangan bahwa teknologi baru potensi untuk mendukung pendidikan di seluruh kurikulum, dan c. Memberikan kesempatan untuk komunikasi yang efektif antara guru dan siswa dengan cara yang belum mungkin dilakukan sebelumnya.


E. Upaya Menerapkan TIK dalam Dunia Pendidikan

Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut diperlukan langkah-langkah penyelesaian yang sekaligus berfungsi sebagai prasyarat keberhasilan penerapan TIK dalam pembelajaran. Menurut Mahmud (2008:13) dalam bukunya yang berjudul ICT Untuk Sekolah Unggul, terdapat beberapa persyaratan agar dapat menerapkan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi, yaitu tersedianya sarana prasarana yang menunjang pembelajaran berbasis TIK. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam menerapkan pembelajaran berbasis TIK adalah:

1. Pembelajar dan Pengajar harus memiliki akses terhadap teknologi digital dan Internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan. Ini berarti sekolah harus memiliki sarana prasarana yang memadai yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi, seperti tersedianya komputer/laptop, jaringan komputer, internet, laboratorium komputer, peralatan multimedia seperti CD, DVD, Web Camera dan lain-lain.

2. Harus tersedia materi yang berkualitas, bermakna, dan dukungan kultural bagi pembelajar dan pengajar. Materi-materi itu dapat berupa materi pembelajaran interaktif yang berbantuan komputer, seperti CD, DVD Pembelajaran Interaktif.

3. Pengajar harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu pembelajar agar mencapai standar akademik.

4. Harus tersedia anggaran atau dana yang cukup untuk mengadakan, mengembangkan dan merawat sarana prasarana Teknologi Informasi dan Komunikasi tersebut.

5. Dan yang tak kalah penting adalah, adanya kemauan dari semua pihak, dalam hal ini guru dan peserta didik untuk menerapkan pembelajaran dengan dukungan teknologi komunikasi dan informasi tersebut.

Read More »

Sabtu, 02 Januari 2016

UN 2016 Akan Ditambahkan Nilai Indeks Integritas oleh Mendikbud

0
Negeri ini adalah negeri di mana orang-orang membawa integritas, bisa berjalan dan bisa menularkan prinsip-prinsipnya pada lingkungannya.” Demikianlah pernyataan dari Mendikbud Anies Baswedan terkait nilai indeks integritas bangsa Indonesia.
Menurutnya, demi membangun dan membudayakan bangsa yang berintegritas, melalui generasi muda, sekolah-sekolah harus mampu mengembalikan harkat dan martabat bangsa Indonesia. UN 2016 Akan Ditambahkan Nilai Indeks Integritas oleh Mendikbud

UN 2016 Akan Ditambahkan Nilai Indeks Integritas oleh Mendikbud – sumber foto: harianterbit.com
Nah, hal itu berdampak pada Ujian Nasional 2016 mendatang di mana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merencanakan konsep dengan menambahkan nilai indeks integritas. Hal ini bertujuan untuk membentuk dan membangun karakter anak bangsa masa depan yang penuh dengan kejujuran.

Anies menerangkan, “Mulai sekarang, kami akan umumkan nilai indeks integritas kejujuran, untuk mendorong sekolah berintegritas sebagai supplier generasi muda.”

Sebagaimana harapannya agar masyarakat dan para sarjana untuk mampu melihat kembali tuntutan untuk meningkatkan kejujuran juga dari seluruh komponen masyarakat, bukan hanya dari pemerintah seorang.

“Kami ingin menyampaikan pesan kepada Indonesia, bahwa sekolah adalah aktor utamanya, pemerintah sebagai penyedia panggung, karena menjalankan ujian dengan integritas adalah para kepala sekolah,” jelas Anies.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa setiap kepala sekolah harus bisa untuk belajar membedakan tetang mana yang merupakan haknya dan mana yang bukan haknya. “Tugas sekolah adalah memangkas supplier koruptor, supaya masa depan tak ada lagi koruptor yang di-supply dari sekolah.” Salah satunya dengan menunjukkannya kepada masyarakat bahwa sekolah-sekolah mereka memiliki semangat sebagai tempat untuk berintegritas bukannya tempat untuk bebas korupsi.

Begitulah info seputar UN 2016 Akan Ditambahkan Nilai Indeks Integritas oleh Mendikbud. Apakah Anda mampu mempertahankan nilai-nilai integritas ke dalam pendidikan bangsa atau malah tetap membudayakan menyontek? Semoga dapat memberikan kesadaran bagi kita semua jika budaya menyontek itu tidak baik. Mari kita awali untuk merubah generasi bangsa yang lebih baik. Salam pendidikan Indonesia!

(Sumber: jpnn.com)
Read More »

PERMASALAHAN POKOK PENDIDIKAN DI KALIMANTAN TENGAH

0
 Kalimantan yang merupakan Pulau Terbesar di Indonesia, dimana mutu Pendidikannya masih banyak yang di jauh dari standard, terutama sekali dipelosok pelosok, dalam hal ini  adalah Kalimantan Tengah dari sumber pemberitaan yaitu Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Kalteng
ada beberapa point yang menjadi masalah pokok penghambat laju perkembangan Pendidikan di Kalimantan Tengah ini diantaranya;

1. Belum Semua Satuan Pendidikan memenuhi 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan (Standar Isi, SKL, Proses, Sarpras, Tenaga Pendidik dan Kependidikan, Pembiayaan, Pengelolaan, dan Penilaian);
2. Belum optimalnya kualitas Proses Pembelajaran di kelas, terutama terbatasnya bahan ajar (buku, media pembelajaran/teknologi informasi, alat laboratorium dll);
3. Belum semua Guru – Pengawas – Kepala Sekolah memenuhi stándar kompetensinya, selain itu sebaran guru tidak merata;
4. Organisasi Profesi Guru (KKG/MGMP/MKKS/KKPS/MKPS/KGI) belum mampu secara optimal mendukung peningkatan kompetensi & profesionalisme para Tenaga Pendidik dan Kependidikan (Guru, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah);
5. Masih terdapat kesenjangan kualitas pendidikan antar Satuan Pendidikan, khususnya Satdik diperkotaan dan di pedalaman;
6. Masih perlu ditingkatkan komitmen dari masyarakat Orang Tua dan Dunia Usaha/industri terhadap dukungan peningkatan kualitas, relevansi dan daya saing pendidikan.
7. Bantuan Kesejahteraan/Insentif kepada guru-guru di Daerah Khusus /Terpencil masih sangat terbatas;
8. Kouta tunjangan sertifikasi guru sangat terbatas, sehingga untuk mencapai pemerataan semua guru memerlukan waktu yang cukup lama;
9. Pendidikan dan Pelatihan Kompetensi Guru sangat terbatas jumlahnya setiap tahun, dan belum bisa melayani semua guru;
10. Peningkatan kualifikasi guru ke S1/D-4 permasalahan pokoknya adalah jarak lokasi sekolah dan LPTK yang sangat jauh, selain itu tidak semua LPTK di daerah memiliki program studi sesuai keperluan sekolah, terutama program studi kejuruan untuk SMK dan ketunaan untuk SLB;
11. Beasiswa Prestasi yang bersumber dari APBN dan APBD provinsi sangat terbatas jumlahnya, dan belum bisa menjangkau semua siswa berprestasi;
12. Sebagian besar para guru dalam proses pembelajaran masih belum efektif dan bermakna bagi peserta didik, hal tsb dikarenakan profesional guru dalam penyiapan dokumen bahan ajar, penguasaan materi, dan penguasaan metodologi pembelajaran masih perlu disempurnakan.

Struktur Geologi alampun berpengaruh sekali di Kalimantan Tengah ini, untuk kota kota besar seperti Sampit, Palangkaraya, atau Seruyan, misalnya, kendala alam tidaklah terlalu terasa, namun untuk yang di daerah daerah pelosok , masuknya informasi ke daerah cukup sulit, misalnya Internet sebagai salah satu bagian dari sarana pembelajaran yang bisa digunakan untuk menggali informasi dan wacana sarana pembelajaran, jangankan internet, signal telponpun terkadang sulit didapat, untuk daerah daerah tertentu, misalnya saja di perkebunan-perkebunan sawit yang memang di perkebunan perkebunan tersebut terdapat sekolah sekolah.

Peningkatan mutu pendidikan tidak bisa terlepas dari sarana, bukan mengemukakan alasan "skeptis", namun setidaknya dengan adanya sarana yang memadai maka proses belajar mengajar akan lebih mudah. Menuju arah perbaikan bukanlah sesuatu yang instant, Kalimantan Tengah bukan DKI Jakarta atau Jawa Barat, atau DIY dan kota kota di jawa sana.

Kemudian jika kita masuk ke area "sawitan",  masih banyak anak anak yang enggan untuk melanjutkan pendidikan, dengan berbagi alasan mereka walau perusahaan perusahaan sawitan tersebut menyediakan fasilitas untuk belajar ( sekolah, bis bis sekolah dan sebagainya).

Siraman rohani yang notabene akan menjadi pondasi pembentukan karakter dan ahlakpun masih sangat minim di area sawitan, banyak sekali keterbatasan sarana ( listrik misalnya yang memang dibatasi, tenaga pengajar dan lain sebagainya).

Di Desa Pembuanghulu, Hanau Kalimantan Tengah ini di mana Pondok Pesantren Hidayatus Saalikin berada misalnya, keterbatasan keterbatasan dari beberapa point yang dinyatakan Dinas jelas sekali, dari mulai buku buku sarana pembelajaran yang minim, kesenjangan antara Satdik di perkotaan dan di pelosok seperti hitam dan putih, ketika keluar dari pelosok aura tersebut sangat mencolok.

Walau bukan berarti belajar di bawah pohon sawitpun tidak bisa jadi, jika ditunjang oleh niat yang kuat untuk melahirkan generasi generasi yang mumpuni, baik itu ahlak dan karakternya juga wawasan ilmu pengetahuannya.

Dukungan dari berbagi fihak memang sangat dibutuhkan, guna meningkatkan mutu pendidikan di Kalimantan Tengah ini khususnya, dari mulai Peran serta Pemerintah pusat dan Daerah, Industri industri yang banyak tersebar di Kalimantan Tengah ini yang mau mendukung laju perkembangan pendidikan di luar perusahan perusahan mereka, dan juga peran serta orang tua yang terus mendorong anak didik secara moril untuk mau menuju ke arah yang lebih baik lagi.



Read More »

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SERUYAN TARGETKAN UN ONLINE 2016

0
Mengacu pada rencana pemerintah untuk kedepannya bahwa rencana Ujian Nasional (UN) akan dilaksanakan secara Online secara merata di Indonesia, Dinas Pendidikan Dan Olahraga Seruyanpun telah mencanangkan untuk mengadakan Ujian Nasional Online 2016 tersebut, berikut kutipannya;

Kuala Pembuang (Antara Kalteng)


Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, menargetkan ujian nasional dengan sistem online atau "computer based test" (CBT) dapat diterapkan di beberapa sekolah pada 2016.

"Tahun ini kita belum menerapkan ujian dengan cara online, dan untuk Seruyan ujian dengan cara online kita targetkan dapat dilaksanakan pada tahun depan," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (DisdikPora) kabupaten Seruyan Harta Sima di Kuala Pembuang, Selasa.

Ia menjelaskan, pada 2016 paling tidak ada enam sekolah di Seruyan yang ditarget sudah dapat mengelar ujian secara online, yakni tiga sekolah di Kota Kuala Pembuang, tiga sekolah lagi di Kecamatan Hanau.

"Untuk tiga sekolah di Kuala Pembuang adalah SMAN 1 dan SMAN 2 serta SMKN Seruyan. Sedangkan tiga sekolah di Kecamatan Hanau adalah SMAN 1 dan SMKN 1 Hanau serta SMK Miftahussalam di Pembuang Hulu," katanya.

Ia menambahkan, karena komputer yang ada di setiap sekolah ini masih belum mencukupi untuk pelaksanaan CBT, maka untuk mempersiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan dalam menyelenggarakan UN, maka tahun ini Disdikpora berencana akan mulai melakukan pengadaan peralatan seperti komputer, UPS dan genset.

"Kita berupaya agar pengadaan peralatan seperti komputer dan lain sebagainya dapat diadakan tahun ini, sehingga tahun depan sudah siap untuk pelaksanaan CBT," katanya.

Selain persiapan perangkat, Disdikpora akan melakukan sosialisasi serta uji coba UN dengan sistem CBT kepada siswa.

"Ke depannya kita juga akan melakukan sosialisasi serta uji coba, para siswa dilatih untuk menyelesaikan ujian berbasis komputer, meskipun nanti tidak secara online yakni offline," katanya.

Menurutnya, CBT ini merupakan program yang hemat biaya dan praktis, karena pihak sekolah maupun pemerintah tidak akan terlalu direpotkan dengan distribusi soal ujian.

"Ini saatnya kita berkembang seiring perkembangan zaman dan teknologi," katanya.
Read More »

PENERIMAAN SISWA BARU

Yayasan Pendidikan Dan Sosial Pondok Pesantren Menerima Pendaftaran Siswa Baru Mulai Pertengahan Mei 2016, Untuk Tahun Ajaran 2016-2017 Jenjang Pendidikan : SMP Berbasis Pesantren Hidayatus Saalikin, Madrasah Aliyah Juga Umum ( SMK-SMA) Dengan ketentuan mentaati dan patuh pada tata tertib Pondok Pesantren...... BACA SELENGKAPNYA